TENTANG SAKIT



Hikmahdanhikmah.com - Kita semua tentu pernah mengalami sakit,entah demam,pusing atau penyakit lain yang cukup berat,yang menyebabkan kita terpaksa beristirahat dirumah atau dirumah sakit.Pada umumnya,orang memandang sakit atau penyakit yang dideritanya sbg musibah semata.

Pandangan itu tentu tidak ada salahnya,paling tidak ada tiga hal:

Pertama :
Orang sakit merasa tersiksa dengan penyakitnya.

Kedua:
orang yang sakit harus mengeluarkan uang yang terkadang tidak sedikit jumlahnya untuk mengobati penyakitnya.

Ketiga:
Orang yang sakit tidak dapat bekerja dengan baik,shga ia tidak bisa mencari nafkah untuk keluarganya.

Dengan alasan-alasan yang diutarakan diatas,sakit memang menjadi musibah yang nyata bagi tiap orang.akan tetapi jika kita bijak dan pandai mengambil hikmah dari setiap kejadian,maka dalam sakitpun sebenarnya terdapat nikmat atau rahmat TUHAN yang harus kita syukuri.

Orang yang sakit pada dasaranya sedang disayang oleh TUHANNya.mengapa demikian? ALLAH SWT.memberikan kita penyakit,biasanya karena kita terlalu sibuk bekerja sehingga kurang istirahat,atau juga karena. Kita terlalu banyak makan makanan tertentu yang tidak bisa diterima oleh organ pencernaan kita.

Tubuh kita sebenarnya diciptakan oleh ALLAH.lengkap dengan mekanisme kontrol yang otomatis. Misalnya jika kita terlalu banyak bekerja,maka kita akan kelelahan.jika kita terlambat makan, maka kita akan merasa lapar.

Dalam keaadaan keadaan seperti itu,organ-organ dalam tubuh kita akan otomatis memberikan sinyal kepada kita,tanpa perlu kita ingatkan. Jika sinyal sinyal ini tidak kita hiraukan,maka kita akan menderita sakit.

disitulah ALLAH SWT. mengingatkan kita untuk hidup teratur menurut kadar kemampuan tubuh kita.jika kita tidak sakit,mungkin kita akan terus terjebak pada kebiasaan yang salah,sehingga kadar kerusakan yang dideritaq organ tubuh kita akan sangat parah nantinya.

Orang yang sakit sebenarnya diajak untuk berhenti sejenak dari rutinitas kesehariannya. Ia harus istirahat untuk menjawal kembali pola hidupnya,baik pola makan maupun pola kerja lebih tertata.selain itu orang yang harus istirahat karena sakit,juga memiliki kesempatan yang jauh lebih banyak yang merenungkan kembali jalan hidup yang telah dilaluinya dibandingkan dg jika ia masih berjibaku dg segala kesibukannya.

Pada dataran ini orang yang sakit sebenarnya diberikan jarak dari rutinitas yang setiap hari dilakoninya'sehingga ia memiliki yang lebih baik dalam memandang dirinya.Pada dataran ini orang-2 yang sakit bisa memanfaatkan masa sakitnya untuk bermuhasabah,menakar diri dan bercermin, bukan saja atas makanandan pekerjaannya semata, tetapi juga atas hubungan sosialnya dg sesama manusia dan hubungan pribadinya dg TUHANNya.

Oleh karena itu jangan heran jika kita banyak menemukan orang sakit yang tampak lebih saleh
dan lebih santun dibandingkan jika ia sehat.orang-orang seperti ini bukan hanya mendapatkan masa istirahat yang cukup bagi kesembuhan fisik, tetapi juga bisa mengambil hikmah dari sakitnya dengan mengenal lebih
dalam kebesaran TUHANnya.

(Sumber; Ar Royyan: dalam TAFAKKUR XIX/111,januari2013/shafar-R. Awwal 1434H
Previous
« Prev Post

Related Posts

TENTANG SAKIT
4/ 5
Oleh

Diberdayakan oleh Blogger.

Lokasi Yayasan Kami