Rumah Yatim dan Duafa Bernama YMKI


yayasan mukti khasanah indonesia

Rumah Yatim dan Duafa bernama YMKI = Yayasan Mukti Khasanah indonesia sebagai sarana Ibadah penyaluran Zakat infaq sodaqoh Anda Tak hanya menggugurkan kewajiban, InsyaAllah keberkahan dan pahala berlimpah kepada kita nantinya

Sebagai Lembaga Amil Zakat Profesional, Rumah Yatim YMKI memiliki sebuah prinsip dan keyakinan bahwa Ibadah Zakat,Infaq,sondakoh yang dilakukan secara benar, bukan hanya mampu menggugurkan kewajiban ritual saja namun juga sekaligus menjadi sebuah media yang sangat efektif dalam melakukan perubahan tatanan sosial yang berkeadilan sosial bagi semuanya

Rumah Yatim dan Duafa Bernama YMKI


Dengan adanya dana Zakat, para mustahik yang berstatus fakir, miskin dan para lansia, adalah menjadi prioritas utama kami, dalam penyaluran bantuan yang bersifat konsumtif seperti Bantuan Biaya Hidup dan Bantuan Sembako bisa dam dapat menjadi solusi Terbaik.

Demi menjalankan amanah untuk terus memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak yatim, dhuafa serta masyarakat pada umumnya, Kami mengajak Anda, untuk membantu sesama dengan berperan aktif dalam menunaikan 2,5% kewajiban zakat dari penghasilan, melalui Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim YMKI

Besar kecilnya harta yang dikeluarkan, berarti besar untuk merubah tatanan kehidupan sosial secara menyeluruh, mulai diri sendiri.

Rumah Yatim dan Duafa bernama YMKI adalah Lembaga Amil Zakat Yayasan Mukti Khazanah Indonesia yang di kukuhkan pemerintah berdasarkan SK Menteri Agama RI No. AHU-0011798.AH.01012 Tanggal 8 Juni 2017.
Mari beramal dengan landasan ilmu agar dengan Landasan ilmu keberkahan Allah Turunkan.Aamiien.

Mengutip dari Nasehat :
Salman Al-Farisiy radhiyallahu'anhu berkata :
"Ilmu itu banyak, namun umur itu singkat. Maka ambillah ilmu yang kamu butuhkan untuk urusan agamamu, tinggalkan ilmu lain yang tidak bermanfaat bagimu."
Mawaidzush Shahābah, hlm. 206.

Maka dalam membahas masalah ilmu dilihat dr sisi syariat maka ada dua macam ilmu yaitu Ilmu dunia dan ilmu akhirat.

ilmu dunia adalah ilmu yg dibutuhkan dalam urusan dunia seperti matematika, fisika, ekonomi,sosiologi, antropologi, biologi, morfologi, fisiologi, astronomi, dan masih banyak ilmu yg semacam ini.

Sedangkan ilmu akhirat adalah ilmu yg dibutuhkan dalam urusan akhirat atau ibadah contoh =
ilmu nahwu, sorof, balaghah, maani,badi, ulumul qur'an, musthalah hadist, ushuluddin,ushul fiqh, maqashid, Tasauf, dan semacamnya

ilmu dilihat dari sisi hakikat  maka dibagi dua  macam juga yaitu :
العلم بالهداية و العلم ليس الهداية
Ilmu yg di ikuti dg hidayah Ilmu dengan hidayah(petunjuk) dan ilmu tanpa hidayah sehingga menjadi wasilah tambah dekat kpd Allah inilah ilmu akhirat.

Apapun jenis ilmu itu seperti imam Alkhawarizn beliau pernah dimimpikan oleh seseorang dg apa Allah mengampunimu beliau menjawab dg angka 0 dan 1 orang itu menjawab maksudnya apa.

beliau menjawab setiap sesuatu apapun itu selain Allah bagi saya adalah 0
Contoh harta itu 0 anak itu 0 istri itu 0 kendaraan itu 0 rumah itu 0 sehingga berapapun jumlah 0 walaupun disusun seratus 0 jumlahnya maka tidak ada artinya
Beda kalau tidak didepannya dikasih angka 1. oleh krn itu semuanya yg bernilai 0 didunia ini harus dikembalikan dan digunakan dalam urusan Allah yaitu yg maha 1.contoh dalam masalah ini
10 angka coba disusun 0000000000 berapakah nilainya ?

tidak ada nilainya sama sekali coba dikasih angka 1 didepannya 10 100 1000 subhanallah semakin banyak 0 nya akan semakin bernilai kalu disandarkan kpd Allah.

sehingga beliau menulis kitab

*الأوسط فى مسائل الرشد*

dan beliau menciptakan angka 0 dan rumus trigonometri serta logaritma.

*الَلَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ °  وَعَلَي اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِمْ* (ﷺ)

Marilah kita awali setiap keyakinan dan amalan dengan ilmu agar luruslah niat kita dan tidak terjerumus dalam ibadah yang tidak ada tuntunan (alias bid’ah).

Ingatlah bahwa suatu amalan yang dibangun tanpa dasar ilmu malah akan mendatangkan kerusakan dan bukan kebaikan.
‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz mengatakan,

من عبد الله بغير علم كان ما يفسد أكثر مما يصلح

“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”
(Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal.15)

Di samping itu pula, setiap ilmu hendaklah diamalkan agar tidak serupa dengan orang Yahudi. Sufyan bin ‘Uyainah –rahimahullah- mengatakan,

مَنْ فَسَدَ مِنْ عُلَمَائِنَا كَانَ فِيهِ شَبَهٌ مِنْ الْيَهُودِ وَمَنْ فَسَدَ مِنْ عِبَادِنَا كَانَ فِيهِ شَبَهٌ مِنْ النَّصَارَى

Orang berilmu yang rusak (karena tidak mengamalkan apa yang dia ilmui) memiliki keserupaan dengan orang Yahudi. Sedangkan ahli ibadah yang rusak (karena beribadah tanpa dasar ilmu) memiliki keserupaan dengan orang Nashrani.”
(Majmu’ Al Fatawa, 16/567)

Semoga Allah senantiasa memberi kita Taufik serta HidayahNYA agar setiap amalan kita menjadi benar karena telah diawali dengan ilmu terdahulu. Semoga Allah memberikan kita ilmu yang bermanfaat, amal yang sholeh yang diterima, dan rizki yang thoyib.

Alhamdulilllahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Salam santun
Duta Yayasan YMKI
Yudi hartoyo
Whtshp 085268070123
Previous
« Prev Post

Related Posts

Rumah Yatim dan Duafa Bernama YMKI
4/ 5
Oleh

Diberdayakan oleh Blogger.

Lokasi Yayasan Kami