Sebuah Nasehat ust Abdurrahman Ayyub rahimahullah


Nasehat ust Abdurrahman Ayyub rahimahullah

Sahabat Hikmahdanhikmah yang berbahagia dan selalu diRamati oleh Allah SWT,pada Artikel kali ini admin share kata bijak Tulisan ust Abdurrahman Ayyub rahimahullah tentang seorang Anak yang akan masuk pondok pesantren guna menimba menuntut ilmu berbasis pesantren sekolah Mondok jika bahasa kita lebih jelasnya Masuk Pondok Pesantren.

Alangkah berbahagianya kita sebagai orangtua bisa Memondokakan anak.

Adalah Ada Sepasang suami istri yang Alhamdulilah diberikan Rizqi oleh ALLAH dengan sama-sama  bisa memiliki satu hati alias kompak  bahwa anak harus mondok itu Sungguh luar biasa apalagi si anak juga mau untuk masuk ke pondok,Padahal diluar sana ada yang Anaknya Mau masuk itu karena termotivasi ke dua orangtuanya,ada juga yang termotivasi karena ada temannya,dan ada pula yang anak mondok karena keinginan sendiri masuk pondok itu luar biasa.

Dilain sisi diluar sana ada kisah orang tua yang hidup pas pasan namun Allah memberikan Anugrah terindah karena Allah lebih paham apa maksud yang tersirat dan tersurat dalam cerita hidupnya,manusia hanyalah berusaha sesuai dengan takdirnya.

Dilain sisi ada keluarga yang diberikan ke mampuan finansialnya namun ternyata belum Allah gerakan hatinya ke arah pondok ,ada sih niat dari keduanya tapi anak belum mau,ada sih si suami yang ingin anak juga mau tapi si istri yang tidak tega,ada juga suami istri dan anak mau tapi dari si embahnya melarang itulah dinamika hidup yang harus bisa diolah digali sehingga nanti menemukan mana yang terbaik.

Banyak Motivasi-motivasi atau cara cara agar bisa kita memondokan anak kadang dipengaruhi oleh faktor lingkungan namun juga faktor faktor lain yang menjadikan bisa dan tidaknya bisa jadi faktor KEBERUNTUNGAN.wallohu alam

Berikut motivasi sebuah goresan pena beliau ust Abdurrahman Ayyub rahimahullah

yang membakar semangat santri dan org tua terutama umi2 utk memasukan anaknya ke pondok, semoga menjadi amalan jariyah beliau Rahimahullah Berikut Tulisannya :

SURAT TERBUKA NTUK SANTRI DAN SANTRIWATI

Bismilahirohmanirohiiim..

Anak-anakku penuntut ilmu.
Kau telah banyak berkorban..
Kau telah banyak meninggalkan.
Kau telah banyak tertinggal.
Berkorban menelan pahitnya kerinduan.
Meninggalkan teman sekitaran rumahmu,  permainan,
Kau tertinggal dalam banyak pergaulan dengan keluarga , saudara, sepupu

Bahkan diantaramu ada yang sejak SD..Merasakan hal itu...Kadang kau seperti terbuang.
Kau menangis dalam antrian panjang tuk makan.

Bila malam tiba Kegelapan ruangan justru menjadi penerang khayalmu..Ingin berjumpa keluarga..Ingin berjumpa Abi,Umi.Ayah Bunda.

Lamunan panjangmu Kadang menjadi pengantar tidurmu.Terjagamu dari tidur tengah malam.
Kadang membuatmu meneteskan air mata.
Karena mimpi-mimpi kebahagiaan sewaktu di rumah

Ya... Itu adalah pahit dan pedih..
Ya... Itu adalah berat dan menyiksa
Ya... Itu semu adalah warna kehidupan yang kamu harus lalui..

Ketahuilah Air matamu Kerinduanmu.Pengorbananmu.Itu semua akan lebih menyakitkan lagi jika kau lalui tanpa bertambahnya ilmu dan ketaqwaanmu.

Jangan kau tengok kebelakang Jangan kau iri dengan mereka yang  memenuhi tempat-tempat permainan Jangan kau tergiur dengan tingkah laku sebayamu di luar.

Ya seusiamu di luar.Seperti suami istri ketika berboncengan.Ya seusiamu.Ada yang menghabiskan hidupnya dengan bergadang.
Ya seusiamu.Ada yang tewas balapan liar.
Bahkan tewas dalam oplosan.
Sekali lagi jangan kau melirik kepada kesenangan dunia yang semu

Namun sebaliknya Ketika pengorbananmu
Sebagai pupuk tumbuhnya kesadaran dan ketqwaanmu.Dan menumpuknya ilmu di dadamu.
Maka kau kan menjadi hamba Allah yang beruntung.

Karena kebaikan bukan dari banyaknya harta.
Karena kehinaan bukan dari ketiadaan harta.
Kebaikan dan kemulian dari ilmu dan ketaqwaan yang Allah berikan padamu

Ingatlah.
Pahitnya hari ini.Untuk kau raih manisnya kehidupan kelak Ketika kau menjadi anak-anak Soleh solehah.. Ketika kau berumah tangga dan bermasyarakat Ketika kau menjadi tamu-tamu di rumah Allah.

Diantaramu.
Ada yang menjadi Imam.Diantaramu.Ada yang menjadi khotib.Diantaramu.Ada yang mengisi majlis-majlis ilmu Diantaramu.
Ada yang membuka ponpes-ponpes baru.
Tuk maraknya dakwah.Dan tingginya kalimat Tauhid.Dan in syaa Allah kamu menjadi tamu-tamu Allah kelak di surga Firdaus yang tinggi...

Dan jangan kau lupakan kedua orang tuamu.
Mereka banyak meneteskan air mata.Ketika kau di ponpes.Meneteskan keringat dan banting tulang tuk biayamu.

Mereka banyak menelan pil pahit kehidupan.
Menahan kerinduan buah hati.Memeras otak ntuk kelangsunganmu menuntut ilmu.Maka doakanlah kedua orang tuamu.Jadilah kamu.. Wasilah tuk tingginya posisi mereka di Surga.

Juga banyak-banyaklah kau berdoa dan membantu para gurumu.Jangan kau bakhil pada mereka yang telah berjasa padamu.

Kunjungilah kelak.
Ketika mereka telah tua renta.Jadilah kamu hamba yang brsyukur pada Allah Ta'ala.Dengan bersyukur pada siapa saja yang telah berjasa padamu.

Mudah-mudahan nasihat ini,  menjadi cemeti tuk bangkit dari lamunanmu.Tuk bangun asa yang bermanfaat.Tuk menata masa depan yang kian berat dan kian tak bersahaja.Terutama panasnya kesabaran dalam berpegang dengan agama yang lurus ini.

Ya Allah kuatkanlah kami dan anak-anak kami tuk meraih kebaikan dunia dan akhirat.
Aamiin.

Tengah Malam Pondok Aren
Abu Salman Abdurrahman Ayyub.

Demikianlah sebuah Gambaran bagi orangtua yang bisa memondokan Anaknya berat pada awalnya manis pada akhirnya dan semoga Anak anak kita bisa melaksanakan ilmunya yang didapat berguna untuk dunia dan akheratnya.
Aamien.

Sedikit Tips buat anda  para orang Tua, agar Anak mau sekolah dipondok berdasarkan fersi saya barangkali  mau dicoba silahkan  :

1.dulu ketika saya masih bujangan atau sebelum rumah tangga bercita cita masuk ponpes namun karena bpk saya Almarhum belum mengijinkan jadi sy masuk sekolah di umum padahal saya sangatlah berharap bisa perdalam ilmu agama.
Namun Allah mempertemukan sahabat yang ahli dalam agama akhirnya ketularan ilmunya sedikit demi sedikit menjadi bukit.jadi akibat pergaulanlah yang membentuk.

Jadi yang digaris bawahi adalah sering berkumpul dengan orang orang sholeh,termasuk sering silaturahmi baik ke guru2 atau ikut kegiatan keagamaan berbaur disitu.

2.jika anda posisi sebagai suami atau anda sebagai istri sering seringlah untuk punya cita cita dulu jika kita punya anak nanti niat dimasukkan pondok.yang penting Niat dulu.

3.jika anak sdh lahir kenalkan tentang sekolahan berbasis islam pelan pelan sambil waktu berjalan si anak biar punya gambaran.

4.menurut para Ahli baiknya usia dini dari TK,SD pilihkan sekolahan yang berbasis islam semacam SDIT,untuk masuk pondok idealnya adalah kelas SMP hingga SMA kalau usia dini hingga2 kelas 6 baiknya dekat dengan ayah bunda karena usia seperti itu masih butuh kasih sayang orang tua.

5.tidak semua anak sama ada yang sudah mapan ada yang butuh arahan,kecuali memang Allah yang kasih mau nah sehingga anak mudah dipondok.

6.menyekolahkan anak dipondok itu terasa berat diawal namun karena sudah ditekadi bahwa anak adalah titipan dan akan dimintai pertanggungjawaban jadi itu bisa mrnjadi motivasi.

7.ke 2 belah pihak harus saling menguatkan satu sama lainnya.satu hati satu pemikiran dan jangan mudah tergoda kata tetangga kanan kiri yang mungkin nanti akan menghalangi langkah anda.

8.berfikirlah masa Depan Anak agama harus dikuati modali anak dengan iman biar selamat dunia Akherat.
9.Anak dipondok adalah infestasi dunia dan Akherat
Previous
« Prev Post

Related Posts

Sebuah Nasehat ust Abdurrahman Ayyub rahimahullah
4/ 5
Oleh

Diberdayakan oleh Blogger.

Lokasi Yayasan Kami