Penyalur hewan qurban Hari Raya Idul Adha bagi Anda yang Berniat Berqurban



Hikmahdanhikmah.com - Sebentar lagi kita akan kedatangan Tamu Agung yakni hari Raya Idul adha yang Mana dihari tersebut adalah moment Penting yaitu ber QURBAN, adalah Yayasan Mukti Khazanah Indonesia disingkat YMKI menerima dan Menyalurkan Hewan Qurban yayasan kami yang terletak diDesa Singorojo RT 007/001 Kec. Mayong,  Kab. Jepara,  Jawa Tengah 59465

Penyalur hewan qurban Hari Raya Idul Adha bagi Anda yang ingin Berqurban
Maka disini kami Siap Menerima dan menyalurkan ke 1000 mustahiq kami khatamkan Bacaan Qur'an dan Doa bersama, serta Disalurkan ke daerah-daerah rawan aqidah, yatim dan dhuafa.

Allah SWT berfirman:

اِنَّاۤ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ

"Sungguh, Kami telah memberimu nikmat yang banyak"

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

"Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)."

Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dari Aisyah ra ,
 "Tidaklah anak adam melakukan suatu amalan pada hari idul adha yang lebih dicintai oleh Allah melebihi Berqurban"
(HR. Tirmidzi)

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."

Alhamdulillahi Robbil 'Aalamiin...

maka bagi saudara saudari yang ingin berperan untuk berQurban dihari yang baik ini semoga diberi KEBERKAHAN

Kurban atau QURBAN yang Maknanya dekat atau juga mendekatkan atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan. Sedangkan ritual kurban adalah salah satu ritual ibadah yang dilaksanakan oleh umat islam.

Umat islam melakukan penyembelihan berupa binatang ternak yang akan dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah tepatnya pada tanggal 10 (hari nahar) dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan Hari Raya idul adha.

Sebuah Motivasi tentang Berqurban buat Renungan kita dari beliau bapak Muhammad Abduh Tuasikal sebagai berikut :

MASALAH MAU 
BUKAN SEKADAR MAMPU

Masalah qurban itu bukan masalah mampu atau tidak mampu saja. Namun juga masalah mau dan tidak mau. Karena ada yang mampunya luar biasa, namun belum juga mau berqurban.

Padahal hartanya cukup, mobil mewah punya, rumah istana jangan tanya, namun qurbannya masih nimbang-nimbang. “Aah saya masih punya kebutuhan banyak”, begitu alasannya.

Satu kambing atau 1/7 sapi itu bukan dikeluarkan dengan uang lalu habis begitu saja. INGATLAH uang untuk qurban itu sampai akhirat, bahkan bisa memberi manfaat orang-orang yang mendapatkan daging qurban. Bedakan dengan uang untuk beli kambing dan dimakan biasa, itu hanya untuk kesenangan perut di dunia saja.

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

 Muhammad Abduh Tuasikal 
Rongkop Girisubo, 21 Juli 2019

Siapapun yang Belum Berniat Qurban Bisa Menangis Membaca Kisah Ini, kisah berikut ini sudah sangat viral hingga admin tulis guna memotivasi diri dan bisa jadi bahan renungan bersama.

Kisah ini dituturkan oleh Seorang Penjual Hewan Qurban. Ia tak Sanggup Menahan Tangis Saat Mengetahui Siapa Sebenarnya Orang yang membeli Seekor Kambing darinya di Hari itu. Ketika Anda membaca Kisah ini dengan Hati, Anda pun dijamin tak Kuasa Menahan Air Mata.

 Idul Adha Kian Dekat. Kian Banyak Orang yang Mengunjungi Stan Hewan Qurbanku. Sebagian hanya Melihat-lihat, Sebagian lagi Menawar dan Alhamdulillah tidak Sedikit yang Akhirnya Membeli. Aku Menyukai Bisnis ini, Membantu Orang Mendapatkan Hewan Qurban dan Allah SWT memberiku Rezeki Halal dari Keuntungan Penjualan

Suatu Hari, Datanglah Seorang Ibu ke Stanku. Ia Mengenakan Baju yang sangat Sederhana, Kalau Tidak Boleh dibilang Agak Kumal. Dalam Hati aku Menyangka Ibu ini hanya akan Melihat-lihat Saja. Aku Mengira Ia bukanlah Tipe Orang yang Mampu Berqurban. Meski begitu, sebagai Pedagang yang Baik Aku Harus Tetap Melayaninya

Silahkan Bu, Ada yang Bisa Saya Bantu?” Sapaku Seramah Mungkin

“Kalau Kambing itu Harganya Berapa, Pak?” Tanyanya Sambil menunjuk Seekor Kambing yang Paling Murah.

“Itu Rp 2500,000  Bu,” tentu saja Harga itu bukan Tahun ini. Kisah ini terjadi Beberapa Tahun yang lalu. “Harga Pasnya Berapa?”

Wah, ternyata Ibu itu Nawar juga. “Bolehlah 2250,000, Bu. Itu Untungnya Sangat Tipis. Buat Ibu, Bolehlah kalau Ibu Mau”

“Tapi, Uang Saya Cuma Rp 2000,000 , Pak. Boleh?” kata Ibu itu dengan penuh Harap. Keyakinanku Mulai berubah. Ibu ini Benar-benar Serius Mau Berqurban. Mungkin hanya Tampilannya Saja yang Sederhana tapi Sejatinya Ia Bukanlah Orang Miskin. Nyatanya Ia Mampu Berqurban.

“Baik lah, Bu. Meskipun tidak Mendapat Untung, Semoga ini Barakah,” Jawabku setelah Agak Lama Berpikir. Bagaimana tidak, Rp 2500000 Ribu itu Berarti Sama dengan Harga Beli. Tapi Melihat Ibu itu, Aku tidak Tega Menolaknya.

Aku pun Kemudian Mengantar Kambing itu ke Rumahnya. “Astaghfirullah! !! Allahu akbar…” Aku Terperanjat. Rumah Ibu ini tak lebih dari Sebuah Gubuk Berlantai Tanah. Ukurannya Kecil, dan di Dalamnya tidak ada Perabot Mewah. Bahkan Kursi, Meja, Barang-barang Elektronik, dan Kasur pun tak ada.

Hanya ada Dipan Beralas Tikar yang kini Terbaring Seorang Nenek di atasnya. Rupanya Nenek itu adalah Ibu dari Wanita yang Membeli Kambing tadi. Mereka tinggal Bertiga dengan Seorang Anak Kecil yang tak Lain adalah Cucu Nenek Tersebut.

“Emak!!! Lihat Apa yang Sumi Bawa” kata Ibu yang Ternyata Bernama Sumi itu. Yang dipanggil Emak Kemudian Menolehkan Kepalanya, “Sumi bawa kambing Mak. Alhamdulillah, Kita Bisa Berqurban”

 Tubuh yang Renta itu Duduk Sambil Menengadahkan Tangan. “Alhamdulillah… Akhirnya Kesampaian juga Emak Berqurban. Terima Kasih Ya... Allah…”

“Ini Uangnya Pak. Ma'af Ya kalau Saya Nawarnya Terlalu Murah, Karena Saya Hanya Tukang Cuci di kampung Sini, Saya Sengaja Mengumpulkan Uang untuk Membeli Kambing buat Qurban atas Nama Emak….” kata Bu Sumi.

Kaki ini Bergetar, Dada Terasa Sesak, Sambil Menahan Tetes Air Mata, Saya Berdo'a Dalam Hati, “Ya Allah… Ampuni Dosa Hamba, Hamba Malu Berhadapan Dengan Hamba-Mu yang Pasti Lebih Mulia ini, Seorang yang Miskin Harta Namun Kekayaan Imannya Begitu Luar Biasa”

“Pak, ini Ongkos Kendaraannya…” Panggil Ibu itu.
“Sudah Bu, Biar Ongkos Kendaraannya Saya yang Bayar”,Jawabku sambil Cepat-cepat Berpamitan, Sebelum Bu Sumi Tahu Kalau Mata ini Sudah Basah Karena Karena tak Sanggup Mendapat Teguran dari Allah SWT yang Sudah Mempertemukan Dengan HambaNya yang Dengan Kesabaran, Ketabahan dan penuh Keimanan ingin Memuliakan Orang Tuanya.

Untuk Menjadi Mulia, Ternyata tak Harus Menunggu kaya. Untuk Mampu Berqurban, ternyata yang dibutuhkan adalah Kesungguhan. Kita jauh Lebih Kaya dari Bu Sumi.

Rumah kita bukan Gubuk, Lantainya Keramik. Ada Kursi, ada Meja, ada Perabot hingga TV di Rumah Kita. Ada Kendaraan. Bahkan, HP Kita lebih Mahal dari Harga Kambing Qurban. Tapi… sudah sungguh-sungguhkah Kita Mempersiapkan Qurban? Masih ada Waktu sekitar Satu Bulan.

Jika Kita Sebenarnya Mampu Berqurban, Tapi tak Mau Berqurban, Hendaklah Kita Malu Kepada Allah SWT Ketika Dia Membandingkan Kesungguhan Kita dengan Bu Sumi.

Jika Kita Sebenarnya Mampu Berqurban, Tapi tak Mau Berqurban, Hendaklah Kita Takut Dengan Sabda Rasulullah Saw ini:

“Barangsiapa yang Memiliki Kelapangan Untuk Berqurban namun Dia tidak Berqurban, Maka Janganlah Ia Mendekati Tempat Sholat Kami”

 (HR Ibnu Majah, Ahmad dan Al Hakim)


KEUTAMAAN BERKURBAN: 

Rasulullah SAW bersabda, “Hari yang paling agung di sisi Allah SWT adalah Hari Raya Idul Adha.”

“Berkurbanlah dan perlakukanlah hewan tersebut dengan baik! Sesungguhnya barang siapa membawa hewan kurbannya, kemudian memotongnya dengan menghadap kiblat, pada hari kiamat kelak darah dan kulit kurban tersebut akan menjadi dua benteng yang melindunginya.

Selain itu, sesungguhnya darah hewan kurban tersebut jatuh ke tanah dengan perlindungan Allah SWT. Dengan sebab sedikit infak yang kau keluarkan (dengan berkuban untuk mendapatkan ridha Ilahi), kau dapat memperoleh banyak pahala.”

“Barang siapa mendekati hewan untuk memotongnya pada Hari Raya Idul Adha, rahmat Allah SWT akan mendekatinya di surga. Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya bersamaan dengan tetesan darah yang pertama kali mengalir pada saat hewan kurban tersebut dipotong.

Pada hari kiamat, Allah SWT menjadikan hewan kurban tersebut sebagai tunggangannya dari alam kubur hingga ke Padang Mahsyar serta memberikan pahala sebanyak bulu dan kulit yang ada.”

Berkurban bagi orang yang mampu (atas nama Rasulullah SAW) dengan niat untuk mengharapkan ridha Allah SWT dan syafaat Rasulullah SAW adalah sunah.

Ali bin Abi Thalib RA berkurban dua kambing, satunya untuk dirinya dan satunya lagi untuk Rasulullah SAW seraya berkata, “Rasulullah SAW pernah berwasiat kepadaku untuk memotong kurban dengan diniatkan kepada beliau.”

BEBERAPA HAL YANG DIMAKRUHKAN KETIKA MEMOTONG KURBAN

Mengasah pisau setelah hewan dibaringkan hukumnya makruh. Pisau yang tidak dapat memotong (tumpul), apabila diangkat dari lehernya setelah diasah kemudian digunakan untuk memotong lagi, hukumnya haram karena hal itu dapat menyiksa hewan kurban.

Memotong dengan pisau tumpul, berusaha memotong leher beberapa kali dengan pisau tumpul, menarik kakinya sambil menyeret ke tempat pemotongan, memotong langsung sampai ke tulang leher, menyiksa hewan kurban, menguliti sebelum nyawanya benar-benar hilang, memotong kepalanya sekaligus tidak menghadap kiblat, dan memotong hewan yang akan melahirkan hukumnya adalah makruh.


BAGAIMANAKAH HUKUM MEMBERI UPAH kepada TUKANG JAGAL DARI HASIL QURBAN

Berikut ini penjelasan dari Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Tentunya Banyak diantara kita yang akan melaksanakan Qurban, karena tidak mampu menyembelih hewan qurban sendiri, maka kita menyewa tukang jagal. Lantas saat kita nego mengenai upah penyembelihan hewan tersebut, kita membuat perjanjian misalnya upahmu berupa seluruh kulit hewan qurban ini, atau kepala hewan qurban, atau mungkin juga ditambah dengan sedikit uang. Maka ini tidak boleh dan dikhawatirkan itu bukan lagi masuk qurban.

Demikian pula si pemilik hewan qurban menjual apapun dari bagian hewan qurbannya adalah tidak boleh dan dikhawatirkan qurbannya tidak sah.

Berikut Ringkasan penjelasan Ulama dan Dalil atas Memberikan upah pada Tukang Jagal :

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:

"Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya agar dia mengurusi budn beliau (yaitu unta-unta hadyu), dan memerintahkannya agar membagi habis semua bagian dari hewan tersebut, baik dagingnya, kulitnya, maupun jilalnya (Jilal adalah kulit yang ditaruh pada punggung unta untuk melindungi dari dingin -pent).

Dan agar ia tidak memberikan upah sesuatu apapun (dari hewan qurban itu) kepada tukang jagalnya".

Dalam satu riwayat ‘Ali radhiallahu ‘anhu- berkata:

“Kami membayar upah tukang jagal dari (uang) kami sendiri".
 [HSR. Bukhari no.1717 dan Muslim no.1317].

ada juga hadits berikut:

“Barangsiapa menjual kulit hasil sembelihan qurban, maka tak ada qurban baginya“.

[HR. Al Hakim 19.771, Baihaqi 19.708, Ad Dailami dalam Al Firdaus 5509, kata Al Albani rahimahullah dalam Shahih At Targhib 1088: “Hasan“]

Sumber lain dari Empat Madzhab juga menyepakati dilarang membayar tukang jagal dengan hewan qurban itu, baik kulitnya maupun lainnya. Ini adalah pendapat dari Madzhab Hanafi (Al Bahrur Roo’iq VIII:203), Maliki (As Syarhul Kabir II:124), Syafi'i (Al Majmu’ VIII:419), dan Hambali (Al Mughni IX:450).
.
Imam Syafi'i rahimahullah berkata:

“Aku tidak suka menjual daging atau kulitnya. Barter hasil sembelihan qurban dengan barang lain juga termasuk jual beli“.
 (Al Umm II:351).
.
Imam Nawawi rahimahullah berkata:

“Tidak boleh membayar tukang jagal sebagian hasil qurban sebagai upah baginya". Inilah pendapat Ulama-Ulama Syafi’iyah, juga menjadi pendapat Atho’, An Nakho’i, Imam Malik, Imam Ahmad dan Ishaq
(Syarah Muslim An Nawawi IV:453).

Bahkan saat Imam Nawawi rahimahullah yang mencermati perkataan Imam Hasan Al Bashri rahimahullah yang membolehkan memberi jagal dengan upah kulit, Imam Nawawi rahimahullah bereaksi dengan mengatakan:
“Pendapat beliau ini telah membuang sunnah“. (Idem).

Jadi Kesimpulannya adalah :
1. Jangan membayar tukang jagal dengan bagian apapun dari hewan qurban kita.

2. Hendaklah upah tukang jagal dibayar dengan uang pribadi oleh orang yang berqurban tersebut dan jangan membayarnya dengan bagian apapun dari hewan qurban tersebut.

3. Adapun memberikan sebagian hewan qurban kepada tukang jagal namun bukan sebagai upah bayaran, tetapi pemberian biasa seperti kita juga memberikan sebagian dari hewan qurban kepada orang lain, maka tidak mengapa/boleh.

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin wa shallallahu ‘alaa Muhammadin

Berkenaan dengan Penyalur hewan qurban Hari Raya Idul Adha tersebut diatas mungkin diantara saudara saudari ada yang bingung sendiri didalam penyaluran hewan qurban maka dengan hadirnnya informasi ini atau sarana ini anda bisa melalui yayasan kami, yang berada di Jepara, saudara saudariku bisa langsung datang mengantarkan hewan qurban ya, namun jikalau dalam bentuk keuangan bisa dengan mentranfer mau pilih untuk dibelikan kambing atau sapi silakan dikordinasikan ya. 


BERIKUT INI PERSIAPAN PENERIMAAN HEWAN QURBAN DI YAYASAN MUKTI KHAZANAH INDONESIA

Bapak ibu yang diRahmati ALLAH Alhamdulillah.. Penyalur hewan qurban Hari Raya Idul Adha bagi Anda yang ingin Berqurban Up to date Yayasan Mukti Khazanah Indonesia dibulan Dzulhijjah

Maka Dengan Kerendahan hati kami disini kami mengajak kpd Saudara2ku sekalian yang Alhamdulillah diberikan kemampuan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta'ala untuk berQurban,
dengan Hewan Qurban seperti kambing untuk 1 orang atau sapi untuk 7 orang.( HR.Tirmidzi)

Ketentuan Harga Hewan Qurban :

1. Kambing/domba (1 ekor untuk 1 orang) : 2.700.000
   
2. Sapi (1 ekor untuk 7 orang) : 18.500.000

Teknis Penerimaan Hewan Qurban di yayasan Mukti Khazanah Indonesia :

1. Bisa dikirim langsung Hewan Qurbannya ke :
Desa Singorojo RT 007/001 Kec. Mayong,  Kab. Jepara,  Jawa Tengah 59465
An: Yayasan Mukti Khazanah Indonesia

2. Bisa diTransfer via Rek  :
Bank Bri: 5896-01-03-757353-3
An.Yayasan Mukti Khazanah Indonesia

Dengan Qurban, diri dan harta Insya Allah tambah berkah dan hati semakin Dekat kpd Allah Subhaanahu Wa Ta'ala..
Aamiin

Syukron Jazaakumullah


Salam dari kami
Yatimdhuafaymki.com
Hikmahdanhikmah.com
editor : yudi hartoyo

Previous
« Prev Post

Related Posts

Penyalur hewan qurban Hari Raya Idul Adha bagi Anda yang Berniat Berqurban
4/ 5
Oleh

Diberdayakan oleh Blogger.

Lokasi Yayasan Kami