Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah Tanda kemalangan di Akhirat

Hikmahdanhikmah.com - TANDA KEMALANGAN DI AKHIRAT: Ketika ditanyakan kepada salah seorang pembesar ahli tasawuf, Muhammad bin Fadhil Al-Balkhi KS, “Apakah tanda kemalangan (di akhirat)?” beliau pun menjawab, “(Tandanya ada) tiga hal, yaitu diberikan ilmu tetapi tidak mengamalkannya, beramal tetapi tidak dengan ikhlas, dan berteman dengan orang-orang saleh tetapi tidak menghormati mereka.”



Abu Bakar Ar-Radhi KS menuturkan apa yang didengarnya dari Muhammad bin Fadhil Al-Balkhi KS, “Lenyapnya agama Islam diakibatkan oleh empat kelompok, yaitu orang-orang yang tidak mengamalkan apa yang mereka ketahui, orang-orang yang mengamalkan apa yang mereka tidak ketahui, orang-orang yang tidak mempelajari hal-hal yang tidak mereka ketahui, dan orang-orang yang menghalangi orang lain untuk mempelajari ilmu.

SURAT DARI ÇANAKKALE

Semua orang dari seluruh wilayah Kesultanan Utsmaniyah membanjiri Çanakkale dan selama 14 bulan 6 hari terjadi peperangan terbesar dalam sejarah dunia di Semenanjung Gallipoli.

Semua orang yang dapat menggunakan senjata meminta ridha dari ibu, ayah, istri atau tunangannya lalu pergi ke Çanakkale tanpa mengharapkan dirinya dapat kembali lagi. Di antara mereka, ada ribuan orang yang kembali ke kampung halamannya sebagai ghazi (veteran) dan ada juga ribuan orang yang mati syahid dan tertinggal di medan tempur. Berikut ini adalah surat seorang prajurit yang ikut berperang di Çanakkale yang ditulis untuk saudaranya di kampung halaman.

“Wahai Mehmed adikku satu-satunya, apa yang kau lakukan di sana tanpaku? Pekerjaan apa yang kau lakukan? Berikanlah kabar untukku. Apakah nenek menggiling gandum kita? Apakah penggilingan di desa berfungsi? Jika sekarang saya datang ke desa, dapatkah engkau menemukan sepotong roti dan memberikannya kepadaku? Apakah mata air kecil melimpah airnya? Jika tidak, kalian akan kehausan, aduh! aduh!

Perhatikanlah aku, Dik, saat ini anak-anak telah menggantikan posisi para pemuda. Kau pun harus bersikap demikian. Bantulah nenek dan orang-orang tua di desa. Apa pun pekerjaan yang mereka berikan, lakukanlah. Apakah kau mengerti?

Apakah kau melaksanakan shalat lima waktu atau kau berkeliaran di jalan sambil bermalas-malasan? Hati-hatilah Mehmed, jangan sampai kau meninggalkan shalat lima waktu! Jika kau tidak melaksanakan shalat dan tidak berpuasa, Allah SWT tidak akan menyukaimu. Lima tahun kemudian, tidak akan tampak cahaya di wajahmu ketika kau menjadi seorang prajurit. Setelah itu, di kesatuan kau akan dipanggil dengan sebutan Mehmed yang berwajah suram.

Ustaz di desa kita adalah seorang ulama besar. Dengarkanlah aku baik-baik. Ikutilah ustaz tersebut, maka kau akan dapat menguasai dua puluh ribu ilmu lagi darinya.

Jika kau menanyakan kami, seandainya saja kau mengetahui apa saja yang terjadi di medan perang, keberanian apa saja yang telah kami tunjukkan.” Kepala Satuan Pasukan dan Sersan Kepala, Huseyin. (Dari Celah-Celah Catatan Sejarah, Penerbit Çamlıca)

 Sumber artikel: Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Inilah Tanda kemalangan di Akhirat"

banner 800x90