Maret 10, 2021

Kisah Nabi Daud AS

Hikmahdanhikmah.com - NABI DAUD AS: Nabi Daud AS berasal dari keturunan Yahuda, putra Nabi Yakub AS. Sepeninggal Nabi Isymuil AS, beliau diberikan kenabian dan ketika Thalut yang merupakan mertuanya wafat, beliau menjadi nabi dan raja Bani Israil.




Nabi Daud AS beramal dengan syariat Nabi Musa AS. Adapun dalam kitab Zabur yang diturunkan kepadanya lebih banyak berisi nasihat-nasihat, hal-hal mengenai Ilahiah, dan munajat-munajat. Kitab Zabur tidak berisi hukum-hukum agama. Suara Nabi daud AS sangatlah indah. Ketika beliau membaca kitab Zabur, orang-orang yang mendengarkannya akan merasakan kelezatan rohaniah.

Sebagai sebuah mukjizat, Nabi Daud AS dapat melunakkan besi-besi bagaikan lilin dengan kedua tangannya, lalu membuatnya menjadi baju besi. Dari hasil menjual baju besi inilah, beliau memenuhi kebutuhan makannya dengan hasil usahanya sendiri. Beliau tidak pernah mau mengambil uang dari perbendaharaan negara. Beliau senantiasa menetapkan hukum dengan keadilan dan memberikan nasihat kepada orang-orang. Beliau telah menaklukkan kota Qudus dan menjadikannya sebagai ibukota, lalu merebut kota-kota Oman, Aleppo, Nusaybin, dan Armenia.

Kenabian dan kerajaan Nabi Daud AS berlangsung selama empat puluh tahun. Beliau wafat pada usia tujuh puluh tahun.

WASPADALAH TERHADAP DUNIA

Suatu hari ketika sedang berkhutbah, Sayidina Husein RA berkata setelah memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT,

“Wahai hamba-hamba Allah, takutlah kalian kepada Allah dan waspadalah terhadap dunia. Sebab, seandainya dunia itu kekal bagi seseorang atau seandainya ada seseorang yang hidup kekal di dunia, orang yang paling layak menjadi orang tersebut adalah para nabi. Mereka akan ridha terhadap dunia dan menjadi orang-orang yang paling menyukai hal-hal duniawi yang mereka miliki. Padahal, kenyataannya tidaklah demikian.

Selain itu, Allah SWT pun menciptakan dunia ini sebagai sesuatu yang tidak kekal. Sesuatu yang baru di dunia akan menjadi usang, nikmat-nikmat dunia akan menghilang, dan kesenangan-kesenangannya pun akan berubah menjadi kesedihan. Dunia itu bagaikan banjir yang akan menghancurkan semua yang ada di depannya. Dunia ini hanyalah sebuah persinggahan yang kita lalui dalam perjalanan menuju akhirat.

Maka dari itu, kalian harus mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat dan sebaik-baik bekal adalah takwa. Takutlah kepada (azab) Allah SWT (dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya). Hanya dengan begitulah kalian dapat mengharapkan keselamatan.

 Sumber artikel ; Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar