Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Beginilah Keras kepalanya orang-orang Musyrik

Hikmahdanhikmah.com - adalah kisah Nafi RA yang merupakan seorang budak yang dimerdekakan oleh Abdullah ibnu Umar RA meriwayatkan sebagai berikut.


“Pada suatu hari ketika Rasulullah SAW sedang berada di Masjidil Haram, orang-orang musyrik berkumpul di sebuah tempat untuk membicarakan sesuatu yang akan mereka lakukan kepada beliau. Salah seorang di antara mereka yang bernama Utbah bin Rabiah berkata, ‘Berikan tugas ini kepadaku, aku akan bersikap kepadanya lebih lembut daripada kalian dan akan berbicara dengannya.’

Ia pun bangkit lalu menghadap Rasulullah SAW dan duduk di samping beliau. Kemudian, ia berkata kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai putra saudaraku, kau adalah orang yang paling mulia dan cerdas di antara kami. Akan tetapi, dalam kaummu sendiri, kau telah mengeluarkan perkara-perkara yang belum ada seorang pun yang telah mengeluarkan perkara-perkara tersebut dalam kaumnya. 

Jika engkau menginginkan harta dengan perkataan-perkataanmu (dakwahmu) itu, seluruh kaummu akan berkumpul lalu mengumpulkan harta sebanyak mungkin untukmu hingga engkau menjadi orang yang paling kaya di antara kami. Jika engkau menginginkan kemuliaan dan kehormatan, kami akan menjadikanmu orang yang paling mulia hingga tidak ada orang yang lebih berpengaruh daripada dirimu dan engkaulah yang akan menentukan semua keputusan. 

Jika keadaanmu ini terjadi karena ada sesuatu yang memengaruhimu dan engkau tidak bisa menyelamatkan dirimu dari hal ini, kami akan menghabiskan seluruh harta kami untuk menemukan solusi medis yang dapat menyelamatkanmu. Jika engkau ingin menjadi pemimpin kami, kami pun akan menjadikanmu sebagai pemimpin kami.’ Rasulullah SAW pun berkata, ‘Apakah engkau telah menyelesaikan perkataanmu wahai Abu Walid?’ Dia pun menjawab, ‘Iya.’

Setelah itu, Rasulullah SAW membacakan kepadanya surat Fussilat yang diawali dengan ‘Haa Mim’ sampai ayat sajadah (ayat 37), lalu beliau bersujud. Utbah menunggu dengan tangan di belakang sampai Rasulullah SAW menyelesaikan bacaan Al-Qurannya. Kemudian, ia tidak tahu apa yang dapat ia katakan sehingga ia pun bangkit dan pergi.

Utbah pergi ke kumpulan orang-orang musyrik lalu duduk di samping mereka dan berkata, ‘Wahai kaum Quraisy, aku telah berbicara dengannya. Ketika aku menyelesaikan perkataanku, ia berbicara dengan kata-kata yang belum pernah kudengar sebelumnya sehingga aku tidak tahu apa yang dapat aku katakan kepadanya. Wahai kaum Quraisy, meskipun mungkin kalian tidak ingin mendengarkanku pada lain waktu, lakukanlah hari ini apa yang aku katakan (dengarkanlah aku). 

Biarkanlah dia dalam keadaannya saat ini. Sebab, ia tidak akan bertahan lama dalam keadaan ini dan orang-orang Arab lainnya pun akan mengganggunya. Jika ia menang atas mereka (bangsa Arab lainnya), kemuliaannya akan menjadi kemuliaan kalian juga, keagungannya akan menjadi keagungan kalian, dan apa yang ia miliki akan menjadi milik kalian juga. Akan tetapi, apabila mereka (bangsa Arab lainnya) menang atas dirinya, berarti mereka telah melakukan apa yang ingin kalian lakukan.’

Adapun orang-orang musyrik tetap berkukuh dalam kekufuran mereka.”

Sumber artikel; Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Beginilah Keras kepalanya orang-orang Musyrik"

banner 800x90