April 29, 2021

Keuntungan-Keuntungan yang diperoleh orang yang melaksanakan Shalat

Hikmahdanhikmah.com - KEUNTUNGAN-KEUNTUNGAN YANG DIPEROLEH ORANG YANG MELAKSANAKAN SHALAT: Apabila kalian membandingkan keadaan seseorang yang melaksanakan shalat dengan benar serta dalam keadaan bersih lahir dan batin (luar dalam) yang dilakukan secara terus-menerus dengan keadaan ketika ia tidak melaksanakan shalatnya, sungguh kalian akan mendapati akhlaknya meningkat ketika ia melaksanakan shalat.



Surat Al-Ankabut ayat 45 yang artinya, “Sesungguhnya shalat (yang sahih) itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar…” telah menunjukkan kenyataan ini.

Seseorang yang melaksanakan shalat setidaknya mendapatkan empat keuntungan: kebersihan, kekuatan hati, ketertiban waktu, dan perbaikan masyarakat. Menghitung manfaat-manfaat secara keseluruhan yang terdapat dalam shalat tidaklah mungkin bisa dilakukan.

Akan tetapi, sekurang-kurangnya manfaat yang dapat dipetik dari sisi akhlak adalah dapat mematahkan kesombongan, meningkatkan persaudaraan, dan membiasakan diri melakukan pekerjaan untuk ridha Allah SWT. 

Oleh karena itu, menggunakan pakaian yang paling bagus dan paling bersih dalam shalat, berulang kali bersujud di hadapan Allah SWT untuk mematahkan kesombongan dan keangkuhan dalam hati dengan meletakkan wajah (yakni dahi dan hidung) ke lantai seraya memikirkan begitu banyak kekurangan yang mesti ditutupi adalah dasar yang paling penting dalam shalat.

Dalam shalat, khususnya karena pengaruh penting dari sujud terhadap kesombongan, orang-orang yang sombong sangat menentang sujud dalam shalat, dan kewajiban meletakkan dahi ke lantai untuk ridha Allah SWT dengan pakaian-pakaian mewah itu sangat menyentuh saraf dan urat nadi kesombongan mereka. Dalam ayat suci Al-Quran dikatakan (artinya), “…dan sesungguhnya shalat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”
 (QS Al-Baqarah: 45) 

Tidakkah mereka berpikir bahwa kemewahan dan dahi-dahi mereka itu adalah anugerah dari Allah SWT. Ketika tiba waktunya, dahi-dahi yang mengkilat itu akan bercampur dengan debu dan tanah. Maka dari itu, setiap orang harus membebaskan diri dari sifat kesombongan dan keangkuhan dengan bersujud ke tanah atau lantai-lantai dengan sungguh-sungguh di hadapan kebesaran dan keluhuran Allah SWT yang merupakan Sang Pencipta dan tidak boleh lupa bahwa bergabung dengan hamba-hamba Allah SWT untuk dapat hidup berdampingan dengan mereka sebagai saudara adalah sebuah tugas yang sangat mulia.

Sumber artikel: Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar