Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peristiwa Pasukan Malaikat pada Perang Hunain

Hikmahdanhikmah.com - PASUKAN MALAIKAT PADA PERANG HUNAIN: Perang Hunain terjadi setelah peristiwa Penaklukan Kota Makkah, tepatnya pada tahun 8 Hijriah. Perang ini terjadi di antara kaum muslim dan kabilah Hawazin beserta sekutunya kabilah Tsaqif di Lembah Hunain. Lembah itu terletak di antara kota Makkah dan Thaif.


Pada awal Perang Hunain, ketika pasukan Islam terkalahkan karena mereka mengandalkan jumlah mereka yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah musuh, Rasulullah SAW tinggal di medan perang hanya dengan ditemani beberapa orang sahabat.

Setelah itu, Allah SWT menurunkan sakinah (rahmat yang memberi ketenangan ke dalam hati) dan pasukan yang tidak terlihat, yaitu para malaikat, kepada Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Terdapat tiga riwayat berbeda mengenai jumlah malaikat tersebut, yaitu lima ribu malaikat, delapan ribu malaikat, atau enam belas ribu malaikat.

Hikmah turunnya para malaikat pada perang tersebut adalah untuk menguatkan dan menenangkan orang-orang mukmin serta memberikan rasa takut ke dalam hati orang-orang musyrik.

Pemimpin pasukan kabilah Hawazin dan Tsaqif, Malik bin Auf, mengirim tiga orang dari pasukannya sebagai mata-mata. Mereka ditugaskan untuk mengabarkan keadaan kaum muslim kepada Malik. Ketiga mata-mata itu kembali ke hadapan Malik dalam keadaan kalut dan gemetaran.

Malik bin Auf berkata kepada mereka, “Celakalah kalian! Apa yang terjadi?” Mereka berkata, “Kami telah melihat banyak orang yang berwajah putih dan bercahaya dengan menunggang kuda yang bercorak. Demi Allah, kami tidak dapat menahan diri kami hingga akhirnya kami menjadi seperti ini. Sebagai makhluk bumi, kami tidak bisa melawan mereka. Seandainya kami makhluk langit, mungkin kami bisa melawan mereka. Mata mereka dapat menggetarkan hati manusia. Jika engkau mau mendengarkan kami, sebaiknya engkau segera kembali kepada kaummu! Jika pasukan yang lain melihat apa yang kami lihat, mereka pun pasti akan ketakutan seperti kami.”

“Celakalah kalian! Tidak! Kalian adalah pasukan yang penakut!” kata Malik. Setelah itu, Malik menahan mereka bersamanya agar mereka tidak menyebarkan berita ini kepada para pasukan lain sehingga membuat mereka merasa takut dan terpecah belah. Kemudian, Malik berkata kepada pasukannya, “Tunjukkan kepadaku seorang pria yang pemberani!” Mereka pun menunjukkan seseorang yang paling pemberani.

Akhirnya, pria itu pergi sebagai mata-mata, lalu kembali setelah beberapa lama. Namun, ia kembali dalam keadaan buruk seperti mata-mata yang sebelumnya.

“Apakah yang telah kau lihat?” tanya Malik kepadanya.

Ia pun menjawab, “Aku telah melihat banyak pria yang berwajah putih dan bercahaya dengan menunggang kuda yang bercorak. Aku pun tidak mampu melihat mereka! Demi Allah, aku pun terjatuh dalam keadaan buruk ini!”

Akan tetapi, perkataan para mata-mata itu tidak membuat Malik bin Auf menyerah untuk berperang melawan orang-orang mukmin. Pada akhirnya, ia pun mengalami kekalahan.

 Sumber artikel:Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Peristiwa Pasukan Malaikat pada Perang Hunain"

banner 800x90