April 22, 2021

Puasa Bulan Ramadhan adalah Perintah Allah SWT

Hikmahdanhikmah.com - PUASA BULAN RAMADAN ADALAH PERINTAH ALLAH SWT: Puasa adalah perbuatan menahan diri dari makan, minum, dan jimak yang dilakukan oleh seorang muslim yang berakal dan balig sejak terbitnya fajar (waktu imsak) hingga terbenamnya matahari dengan tujuan ibadah untuk memperoleh ridha Allah SWT.

Sumber gambar : https://brainly.co.id


Hukum ibadah puasa Ramadan adalah fardu dan sebagaimana telah ditetapkan oleh kitab, sunah, dan ijmak, hukum ini juga telah ditetapkan secara akli.

Puasa merupakan wasilah untuk mensyukuri nikmat. (Sebab, puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan jimak.) Adapun semua itu adalah nikmat-nikmat lahir yang paling utama. Menjauhi nikmat-nikmat tersebut dalam jangka waktu tertentu dapat menjadi wasilah mengetahui berharganya nikmat-nikmat tersebut. Mengetahui berharganya sebuah nikmat adalah wasilah bagi seseorang untuk menunaikan syukurnya. Adapun mensyukuri nikmat adalah hal yang wajib menurut akal. Maka dari itu, puasa hukumnya wajib menurut akal. Selain itu, bagian akhir ayat yang memberitahukan kewajiban puasa yang artinya, “Semoga kalian bersyukur,” telah menunjukkan hal ini.

Dalam ibadah puasa, seseorang dapat mencegah keinginan-keinginan nafsunya dengan menghancurkan nafsu yang selalu memerintahkan keburukan. Sebab, ketika nafsu merasa kenyang, keinginan-keinginan nafsu akan muncul dan mulai merajalela. Akan tetapi, ketika ia kelaparan, ia akan berpaling dari semua itu. Oleh karena itu, puasa adalah sebab seseorang menghindari perbuatan dosa. 

Adapun menghindari perbuatan dosa adalah wajib sehingga puasa pun wajib hukumnya. Demikian, surat Al-Baqarah ayat 183 (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” telah mengisyaratkan makna ini.

Puasa juga merupakan wasilah untuk dapat memperoleh ketakwaan (menghindari melawan perintah Allah SWT). Sebab, sebagaimana orang yang berpuasa menghindari memakan makanan yang halal karena takut kepada Allah SWT, ia juga tentu akan menghindari hal yang haram. Bertakwa itu fardu hukumnya sehingga puasa pun hukumnya fardu.

Puasa diwajibkan dengan tujuan meningkatkan kekuatan jasmani dan rohani. Puasa membuat kita mampu mengendalikan nafsu dan kehendak kita. Selain itu, puasa juga membantu seseorang agar senantiasa hidup sehat dengan melakukan semacam diet untuk menguatkan pencernaan dengan sedikit mengistirahatkan organ pencernaan yang bekerja selama sebelas bulan tanpa henti. Meskipun demikian, puasa dilakukan bukan karena mengandung hikmah-hikmah seperti ini, melainkan karena merupakan perintah Allah SWT.

 Sumber artikel; Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar