Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah Hasil Pahit dari Ketidaktaatan

Hikmahdanhikmah.com - HASIL PAHIT DARI KETIDAKTAATAN: Imam Syamil RH yang merupakah salah seorang pejuang Islam lahir di Dagestan pada tahun 1212 H (1797 M). Sebagai pemimpin pasukan kaum muslim Dagestan, Imam Syamil RH terus-menerus berperang melawan tentara Rusia selama 25 tahun. Bersama segelintir pejuang lainnya, dia dapat mengalahkan pasukan musuh yang dipimpin oleh jenderal-jenderal yang paling terkenal. Dia membuat kagum dunia dengan kemampuannya dalam kemiliteran dan kekuatan yang dimilikinya.

Sumber ilustrasi gambar https://musabab.com

Pada bulan Mei tahun 1839, pasukan Rusia bergerak untuk menyerang Imam Syamil RH. Ketika mendengar kabar tersebut, Imam Syamil RH langsung bergerak sendirian dari Akhulgo. Ketika tiba di sebuah desa yang bernama Irgın, beliau memerintahkan para pejuang untuk berkumpul dengan mengirim banyak utusan dan surat ke seluruh penjuru. Beliau menjadikan desa itu sebagai pusat operasi, lalu bersiap-siap untuk melakukan pertahanan, menjaga perlintasan, serta membangun parit dan dinding pertahanan untuk perang.

Perang yang sangat dahsyat dengan tentara Rusia terjadi dari siang hingga malam. Bahkan, jenderal yang merupakan komandan mereka pun ikut terluka. Namun, dengan isyarat seorang munafik yang bersama pasukan Rusia dan mengetahui dengan baik jalan-jalan desa, sang jenderal menggeser sebagian besar pasukannya ke daerah yang luas di sisi kanan desa pada malam hari secara diam-diam. Imam Syamil RH menyadari hal ini, lalu memerintahkan para pasukan yang berada di sisi lain untuk pergi ke sana dan mengusir musuh dari sana. Akan tetapi, orang-orang yang berada di bawah perintahnya tidak menerima hal ini. Imam Syamil RH berkata kepada mereka,

“Pada Perang Uhud, penyebab kejadian yang menimpa Rasulullah SAW dan para sahabat adalah penentangan para pemanah terhadap perintah Rasulullah SAW. Sebentar lagi kalian juga akan merasakan hasil pahit dari ketidaktaatan.”

Keesokan harinya, pasukan Rusia menyerang dari sisi desa yang luas. Para pejuang berhasil memotong serangan mereka sebanyak tiga kali. Imam Syamil RH memuji Allah SWT setiap kali berhasil memotong serangan mereka dan di sisi lain beliau berdoa agar musuh tidak menyerang dari arah yang sama. Sebab, dalam serangan ini banyak pejuang Islam yang menjadi korban. Namun, setelah tembakan meriam dan senapan yang hebat, musuh melakukan serangan lagi secara serentak. Mereka bahkan menumpuk mayat-mayat pasukan mereka dan mulai memanjat dinding pertahanan. Mereka menyumbat telinga mereka dengan lilin lebah agar tidak terpengaruh oleh suara-suara tembakan.

Kali ini, para pejuang Islam berhamburan, beberapa dari mereka turun ke lembah, dan mendapatkan banyak kerugian akibat serangan musuh dari belakang mereka. Sebagian dari mereka mencoba berlindung ke gunung terdekat dan sebagian lainnya tertembak ketika melarikan diri. Musuh telah menguasai desa. Banyak pejuang Islam yang gugur, sedangkan Imam Syamil RH selamat dari sini bersama sedikit pasukan yang tersisa. Imam Syamil RH melanjutkan perjuangannya di tempat lain di Dagestan.

Sumber artikel; Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Inilah Hasil Pahit dari Ketidaktaatan"

banner 800x90