Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyesalan Akibat Tidak Mengikuti Ahlussunah wal Jamaah

Hikmahdanhikmah.com - PENYESALAN AKIBAT TIDAK MENGIKUTI AHLUSSUNAH WAL JAMAAH: Syekh Hasan RH (wafat: 1617) yang merupakan khatib di Masjid Jami’ Mustafa Pasha sekaligus khalifah Syekh Sümbül Efendi menuturkan,



“Ketika melakukan perjalanan ke Jazirah Arab, aku pergi ke Basrah dengan niat untuk menziarahi makam Hasan Al-Bashri KS. Kemudian, aku bertamu dan tinggal selama beberapa hari di rumah seseorang yang dikenal dengan nama Haji Ahmad. Suatu saat, Haji Ahmad menceritakan kenangannya sebagai berikut.

‘Di kota kami, dahulu ada seseorang yang bernama Yahya yang sangat alim dan ceramahnya selalu didengar oleh orang-orang. Akan tetapi, akidahnya rusak dan tidak sesuai dengan akidah Ahlussunah wal Jamaah. Kami sering mendengarkan banyak perkataan yang tidak pantas dari dirinya mengenai Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Sayidina Umar bin Khattab RA, dan Sayidina Utsman bin Affan RA. Karena ia menjalin hubungan baik dengan orang-orang yang memiliki kekuasaan di kota, semua orang tidak berani mengatakan sesuatu kepadanya. Suatu hari, ia mengadukanku kepada seorang pasha. Ia telah menjelekkanku dengan mengatakan bahwasanya sebagaimana aku tidak melaksanakan shalat di belakangnya, aku juga menghalangi umat muslim lainnya untuk melaksanakan shalat di belakangnya.

Kemudian, pasha memanggilku dan menanyakan sebab aku tidak melaksanakan shalat di belakang Yahya Efendi. Aku pun menjawab, ‘Tuanku, apakah seseorang mau melemparkan dirinya ke dalam api dengan keadaan sadar? Aku tidak akan melaksanakan shalat di belakang orang yang aku ketahui akidahnya buruk.’ Kemudian, aku pun pergi meninggalkannya. Setelah beberapa hari, aku melihat Yahya Efendi di pasar. Ia berkata sambil berteriak dengan keras, ‘Datanglah kemari wahai umat muslim!’ Dengan tergesa-gesa, kami pun mendatanginya. Kami melihat telapak tangannya penuh dengan gigi. Ia pun menjelaskan,

‘Tadi malam, aku bermimpi melihat terjadinya kiamat, dan saat itu aku merasakan kehausan yang sangat dahsyat. Begitu dahsyatnya, seakan-akan aku akan mati karena kehausan. Ketika berkeliling mencari air, aku melihat sebuah telaga besar. Di tepinya terdapat orang tua yang wajahnya bersinar yang sedang membagikan air kepada orang-orang yang datang kepadanya. Kemudian, aku mendatanginya dan menanyakan siapa dirinya. Ia pun menjawab, ‘Aku adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq.’ Aku berkata, ‘Ketika di dunia aku tidak menyukaimu, maka aku pun tidak akan meminum air yang kau berikan.’ Selanjutnya, aku pergi ke bagian telaga lainnya.

Setelah itu, aku melihat Sayidina Umar dan Sayidina Utsman (R.Anhuma). Aku mengatakan hal yang sama kepada mereka. Pada akhirnya, aku melihat Sayidina Ali KW, dan aku pun langsung bersimpuh di kakinya seraya menyentuhkan wajah dan mataku lalu berkata kepadanya, ‘Tolonglah aku sultanku, aku sangat kehausan, berilah aku seteguk air!’ Beliau berkata kepadaku, ‘Ketika datang ke sini, apakah kau tidak bertemu dengan saudara-saudaraku?’ Aku pun berkata, ‘Iya, aku bertemu dengan mereka. Namun, karena aku tidak menyukai mereka, aku tidak meminum air mereka. Aku menyukaimu dan ingin meminum air darimu.’ Kemudian, Sayidina Ali KW menamparku dengan sangat keras hingga aku terbangun. Seketika itu aku melihat semua gigiku telah tanggal seperti ini.’

Selanjutnya, ia berkata, ‘Wahai umat muslim, hingga saat ini ternyata aku berada di jalan yang sesat. Segala puji bagi Allah SWT yang telah mengantarkanku kepada  hidayah sehingga sekarang aku telah memasuki jalan yang benar’.’”

 Sumber artikel : Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Penyesalan Akibat Tidak Mengikuti Ahlussunah wal Jamaah"

banner 800x90