Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketawaduan Sultan Muhammad Al Fatih

Hikmahdanhikmah.com - KETAWADUAN SULTAN MUHAMMAD AL-FATIH: Sultan Muhammad Al-Fatih adalah seseorang yang penuh kasih sayang dan pengertian. Ketika memasuki kota Istanbul, Sultan Muhammad Al-Fatih menunjukkan kebesarannya dengan menyuruh orang-orang Kristen yang bersimpuh di kakinya untuk bangun lalu menghibur mereka dengan kata-kata berikut, “Bangunlah kalian! Aku adalah Sultan Muhammad, aku katakan kepada kalian semua ‘Sejak saat ini, janganlah kalian merasa khawatir akan kehidupan dan kemerdekaan kalian!’”

Sumber gambar : faktatokoh.com

Sultan Muhammad Al-Fatih sangat menghargai ilmu, alim ulama, dan kesenian. Beliau sering mengenakan serban (yang khusus untuk murid atau orang alim) di kepalanya seperti kakeknya, Celebi Muhammad Han. Di antara para alim, serban ulama mewakili kain kafan dan bermakna bahwa mereka selalu membawa kain kafan di kepala mereka. Sultan Muhammad Al-Fatih selalu menganggap dirinya sebagai seorang murid dan tidak pernah memakai songkok yang biasa dipakai oleh sultan. Beliau mengumpulkan para ulama yang ahli dalam ilmu akli dan naqli di Istanbul, kemudian mendirikan madrasah-madrasah agar mereka dapat mendidik serta mengajar para santri. 

Beliau juga membentuk kumpulan orang alim dan seniman serta menjadi pemimpin yang luar biasa untuk berjuang dalam ilmu pengetahuan sebagaimana yang dilakukannya dalam penaklukan dengan tentara. Beliau menguasai bahasa Turki, bahasa Arab, bahasa Persia, bahasa Latin, bahasa Serbia, dan bahasa Yunani beserta segala kekhususan yang ada di dalam bahasa-bahasa tersebut.

Sultan Muhammad Al-Fatih adalah seorang yang kuat agamanya dan tidak bangga dengan kesultanannya. Beliau mengatakan bahwa kenikmatan-kenikmatan dunia hanyalah bersifat sementara dan beliau menyadari dan menerapkan hal itu dalam kehidupannya. Bait-baitnya menjelaskan keadaannya dengan sangat indah sebagai berikut.

Âhiret kesbeylemektir dâr-ı dünyâdan garaz,

Yoksa ey zâhid nedir bildin mi ukbâdan garaz.

(Tujuan hidup di dunia adalah untuk memperoleh akhirat. Wahai ahli takwa, apakah kau sudah tahu maksud dari akhirat?)

Mâl ü mülki terk edip gitsen gerektir âkıbet,

Pes nedir dünyâ için ey hâce, dünyâdan garaz.

 (Pada akhirnya, kau akan pergi meninggalkan harta dan kekayaan yang kau miliki. Jika demikian, kenapa kau berusaha begitu keras untuk mendapatkan dunia yang sementara ini?)

Gırre olma dilberâ hüsn ü cemâle kıl vefâ

Bâki kalmaz kimseye nakş u nigâr elden gider.

(Janganlah kau merasa bangga, wahai kekasih! Keindahan dan hiasan tidaklah kekal, suatu hari nanti ia akan hilang.) (Sejarah Turki Utsmani, Penerbit Camlica)

NAMA-NAMA: Laki-laki: Fatih, Perempuan: Fayzah

Sumber artikel: Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Ketawaduan Sultan Muhammad Al Fatih"

banner 800x90