Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sekolah-Sekolah Sibyan pada Era kesultanan Turki Usmani

Hikmahdanhikmah.com - Pada era Kesultanan Turki Utsmani, lembaga-lembaga pendidikan pertama yang dibuka untuk mengajar anak-anak usia 5-6 tahun disebut ‘sekolah sibyan’ (sekolah anak-anak). Karena hampir di setiap daerah terdapat satu sekolah sibyan, sekolah tersebut juga dikenal oleh masyarakat dengan sebutan ‘sekolah daerah’.


Ketika mendirikan berbagai lembaga pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial di sekitar Masjid Al-Fatih, Sultan Muhammad Al-Fatih juga tidak lupa mendirikan sekolah sibyan (sekolah anak-anak).

Sultan Muhammad Al-Fatih mensyaratkan bahwa yang diterima sebagai murid di sekolah sibyan yang beliau bangun sendiri adalah anak yatim, atau jika tidak ada, anak-anak orang fakir.

Dalam sebuah prasasti peresmian sekolah yang dibangun oleh Sultan Bayezid Han II, putra Sultan Al-Fatih, di sebelah utara masjid jami’ dikatakan, “…dan beliau mewakafkan sekolah ini pun untuk pendidikan anak-anak yatim dan anak-anak fakir miskin sehingga para mualim dan para ustaz dapat mengajarkan mereka Al-Quranul Karim di sekolah tersebut.” Selanjutnya, Sultan Bayazid Han II juga menambahkan beberapa catatan berikut ini.

“...dan seorang hafiz yang saleh, orang yang mengetahui rukun dan syarat-syarat shalat dengan baik, serta pantas dan memiliki kemampuan mengajarkan anak-anak harus memberikan pengajaran Al-Quranul Karim di sekolah pada hari-hari selain hari Jumat kepada tiga puluh orang dari anak-anak yatim dan anak fakir miskin. 

Baca juga : Rossul menyuruh-kita menyantuni anak Yatim

Hendaknya ia mengajar dengan sebaik mungkin, mendengarkan pelajaran-pelajaran sebelumnya, dan mengajarkan masalah-masalah yang berkaitan dengan ibadah shalat. 

Selain itu, hendaknya ia juga mendidik anak-anak yang membutuhkan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan tuntunan agama serta senantiasa berusaha dengan sungguh-sungguh dalam khidmah ini. 

Pada malam hari ketika anak-anak akan pulang ke rumahnya masing-masing, hendaknya ia menganjurkan mereka agar mendoakan ruh orang yang telah mewakafkan bangunan tersebut dan berdoa agar bacaan-bacaan mereka diterima oleh Allah SWT. 

Hendaknya ada seorang asisten yang mendampingi hafiz yang saleh tersebut dan senantiasa membantunya dalam mengajar, mendidik, mendengarkan pelajaran-pelajaran yang telah lalu, dan memberikan pelajaran akhlak kepada murid-murid.

Sekolah anak-anak ini didirikan dengan tiga tujuan, yaitu mengajarkan Al-Quranul Karim kepada anak-anak, mengajarkan tata cara melaksanakan shalat beserta ayat-ayat serta doa-doa yang dibaca di dalamnya, dan juga mengajarkan cara menulis.

Baca juga : 10 bacaan doa agar anak kita jadi sholeh dan sholehah.

Di sekolah sibyan ini, anak-anak belajar tanpa biaya dan mereka juga mendapatkan uang saku harian dan pakaian. Bahkan, makanan dan minuman di sekolah pun gratis. Para murid juga dibawa berkunjung ke berbagai tempat setahun sekali.

Sumber artikel ; Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Sekolah-Sekolah Sibyan pada Era kesultanan Turki Usmani"

banner 800x90