Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Ruh orang Mukmin dan Ruh orang kafir

Hikmahdanhikmah.com - Menurut sebuah riwayat dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,


“Ketika ruh orang yang beriman keluar dari tubuhnya, dua malaikat akan menyambutnya dan mengangkatnya ke langit.”

Salah seorang perawi yang bernama Hammad RH berkata, “Ketika itu, setelah membahas aroma harum dan aroma misk dari ruh orang mukmin tersebut, Abu Hurairah RA berkata,

‘Penduduk langit akan berkata, ‘Telah tiba sesosok ruh yang harum wanginya dari muka bumi, semoga Allah SWT memperlakukanmu dan memperlakukan jasad yang kau sempurnakan umurnya dengan kasih sayang-Nya.’

Kemudian, para malaikat membawanya ke hadapan Allah SWT. Selanjutnya, Allah SWT berkata, ‘Bawalah ia ke Sidratul Muntaha (sebuah tempat menunggu bagi ruh-ruh hingga hari kiamat)!’

Sungguh, ketika ruh orang kafir keluar dari tubuhnya, penduduk langit berkata, ‘Ruh yang berbau busuk dan menjijikkan telah tiba dari muka bumi.’ Kemudian, dikatakan, ‘Bawalah ia ke tempat yang akan ia tempati hingga hari kiamat.’

Setelah menerangkan bau busuknya dan dilaknatnya orang kafir itu, Abu Hurairah RA berkata, ‘Ketika menjelaskan hal ini, Rasulullah SAW menarik sebuah kain tudung ke hidungnya (menutup hidungnya dengan kain penutup).’”

Baca juga : Kehidupan Alam Barzakh

KEKAYAAN YANG LEBIH BERNILAI DARIPADA HARTA DUNIA

Suatu hari, seseorang mengeluhkan kefakirannya kepada seorang waliyullah. Waliyullah itu bertanya kepadanya, “Apakah kau ingin memiliki sepuluh ribu dirham (tetapi) dalam keadaan buta?” Orang itu menjawab, “Tidak!”

“Baiklah kalau begitu, apakah kau ingin memiliki sepuluh ribu dirham (tetapi) dalam keadaan tuli?” tanya waliyullah kembali. “Tidak,” jawabnya.

Waliyullah bertanya, “Baiklah, apakah kau ingin memiliki sepuluh ribu dirham (tetapi) dalam keadaan tangan dan kakimu buntung?” Orang itu menjawab, “Tidak!”

Waliyullah itu bertanya beberapa kali dengan pertanyaan semacam itu kepadanya, tetapi orang itu selalu menjawab “Tidak”. Atas hal ini, waliyullah berkata kepadanya,

“Tidakkah kau malu mengeluh seperti itu sedangkan kau memiliki harta berharga yang tidak ingin kau tukar dengan lima puluh ribu dirham?”

Sumber artikel: Fazilet takvimi

Baca juga ; Sebenarnya Apa yang kita cari dari hidup ini.

Posting Komentar untuk "Perbedaan Ruh orang Mukmin dan Ruh orang kafir"

banner 800x90