Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Takbir hari raya terbagi menjadi dua bagian

Hikmahdanhikmah.com - Takbir hari raya terbagi menjadi dua bagian.Ketika Nabi Ibrahim AS akan mengurbankan putranya, Nabi Ismail AS, Malaikat Jibril AS berkata, “Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.” Nabi Ibrahim AS mendengar takbir tersebut lalu berkata, “Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.” Kemudian, Nabi Ismail AS pun berkata, “Allāhu akbar wa lillāhil hamd.”


Takbir hari raya terbagi menjadi dua bagian. Pertama, takbir mutlak atau mursal, yaitu takbir yang dikumandangkan sejak terbenamnya matahari pada malam hari Raya Idulfitri atau Iduladha di mana pun seseorang berada, baik di rumah, pasar, jalan-jalan, masjid-masjid, dan lainnya serta tidak terikat dengan waktu shalat, hingga imam memulai shalat Id.

Kedua, takbir muqayyad, yaitu takbir yang hanya disunahkan pada hari Raya Iduladha sejak setelah shalat Subuh hari Arafah hingga shalat Asar pada hari ke-3 dari hari-hari tasyrik. Takbir muqayyad ini hanya dikumandangkan setiap selesai melaksanakan shalat, baik shalat fardu, sunah, maupun shalat qadha.

Adapun lafaz takbir mursal dan muqayyad adalah sama, yaitu “Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil hamd.”

Baca juga : tata cara shalat idul fitri.

Takbir tasyrik harus dibaca oleh orang yang shalat sendirian, imam, jamaah, orang mukim, dan musafir, baik laki-laki maupun perempuan segera setelah selesai membaca salam sebelum membaca wirid atau melaksanakan shalat sunah.

APA YANG HARUS DILAKUKAN OLEH ORANG YANG TIDAK MAMPU BERKURBAN?

Orang yang tidak mampu berkurban karena kekurangan harta hendaknya mengerjakan shalat sunah 6 rakaat pada hari Raya Iduladha setelah shalat Zuhur. Adapun niatnya sebagai berikut, “Ya Rabbi, hamba-Mu yang lemah ini tidak mampu berkurban. Untuk menggantikan kurban tersebut, aku kurbankan tubuhku ini, terimalah aku di antara orang-orang yang berkurban.” Surat yang dibaca setelah surat Al-Fatihah:

Rakaat ke-1: Surat Al-Qadr,

Rakaat ke-2: Surat Al-Kautsar,

Rakaat ke-3: Surat Al-Kafirun,

Rakaat ke-4: Surat Al-Ikhlas,

Rakaat ke-5: Surat Al-Falaq,

Rakaat ke-6: Surat An-Nas,

Untuk setiap dua rakaatnya sekali salam. (Kumpulan Doa dan Ibadah, Penerbit Fazilet)

Baca juga : Ketahuilah tidak ada kesulitan dalam ibadah

Posting Komentar untuk "Takbir hari raya terbagi menjadi dua bagian"

banner 800x90