Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kehidupan setelah kematian ada Sahabat Yang Tidak Akan berpisah dari diri kita siapakah itu ?

Sumber gambar : https://kalam.sindonews.com


Hikmahdanhikmah.com
- Rasulullah SAW bersabda,“Ketika seorang hamba meninggal, tiga hal akan mengikutinya. Dua di antaranya akan kembali dan satunya lagi akan tinggal bersamanya. Harta kekayaan, keluarga, dan amalnya akan mengikutinya. Harta kekayaan dan keluarganya akan meninggalkannya, sedangkan amalnya akan tinggal bersamanya.”

Dalam sebuah hadis syarif yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Setiap orang memilki tiga sahabat. Sahabat pertamanya berkata, ‘Yang kau belanjakan itu milikmu, yang tidak kau belanjakan dan kau pegang itu bukan milikmu.’ Ia adalah harta seseorang. Sahabat keduanya berkata, ‘Aku bersamamu. Akan tetapi, ketika kau tiba di pintu sultan (liang kubur), aku akan pergi meninggalkanmu.’ Ia adalah keluarga dan kerabatnya. Adapun yang ketiga berkata, ‘Aku tidak akan meninggalkanmu, baik saat masuk ke dalam kubur maupun saat keluar darinya.’ Ia adalah amal salehnya.”

Baca juga : Mari Memperbanyak Bekal dengan Amal sholeh

KEUTAMAAN HARI ASYURA

Hari Asyura adalah hari kesepuluh bulan Muharam. Allah SWT akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang berinfak dan beribadah kepada-Nya pada hari itu. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berlaku dermawan kepada keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah SWT akan melapangkan rezekinya selama setahun penuh.”

Imam Sufyan Ats-Tsauri RH (w. 161 H) yang merupakan salah satu ulama besar dari kalangan tabi’in berkata, “Kami telah mengamalkan (hadis) ini selama lima puluh tahun dan kami tidak mendapatkan suatu apa pun kecuali kelapangan rezeki.”

Ketika berhijrah ke Madinah, Rasulullah SAW melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Kemudian, beliau bertanya, “Puasa apakah ini?” Mereka menjawab, “Hari ini adalah hari mulia karena pada hari ini Allah SWT telah membebaskan Bani Israil dari Fir’aun. Nabi Musa AS pun berpuasa pada hari ini (untuk bersyukur kepada Allah SWT, maka kami juga berpuasa).”

Kemudian, Rasulullah SAW berkata kepada mereka, “Kami lebih layak daripada kalian atas (menghidupkan sunah) Nabi Musa AS.” Pada hari itu, Rasulullah SAW berpuasa dan menyuruh para sahabatnya untuk berpuasa juga. Dengan ini, puasa Asyura hukumnya menjadi wajib (ketika itu). Akan tetapi, setelah diwajibkannya puasa Ramadan, puasa Asyura hukumnya menjadi mustahab (sunah).

Baca juga : tips dan trik tetap energik saat puasa.

Sumber artikel: Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Kehidupan setelah kematian ada Sahabat Yang Tidak Akan berpisah dari diri kita siapakah itu ?"

banner 800x90