Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sholat yang benar sebagaimana kalian melihatku melaksanakan shalat


Hikmahdanhikmah.com - Allah SWT berfirman (yang artinya), “(Orang-orang yang bertakwa yaitu) orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS Al-Baqarah. 3). Kata ‘shalat’ yang disebutkan pada ayat di atas adalah shalat dalam agama Islam yang tata caranya diketahui oleh semua orang.

Adapun tata cara shalat, yakni bagaimana shalat dilaksanakan, syarat-syarat shalat, rukun-rukun, sunah-sunah, adab-adab, makruh-makruh, dan hal-hal yang membatalkannya, serta kriteria dan bentuknya diambil dari perbuatan, ucapan, dan persetujuan Rasulullah SAW sebagaimana yang telah disabdakan dalam sebuah hadis syarifnya, “Laksanakanlah shalat sebagaimana kalian melihatku melaksanakan shalat!”

Baca juga : ibadah dengan harta dan badan haji.

Tata cara dan bentuk shalat ini telah diamalkan oleh umat muslim sejak dahulu, telah diketahui secara mutawatir, dan ditulis dalam buku-buku agama.

Maka, kata shalat yang secara bahasa mengandung arti doa yang merupakan pekerjaan hati atau lisan dan mengandung arti perbuatan khusus yang berupa gerakan-gerakan badan ini dalam agama kita telah menjadi nama sebuah ibadah sempurna yang sangat teratur dan terdiri dari rukun-rukun khusus sekaligus pekerjaan hati, lisan, dan badan sebagaimana yang terus dikerjakan (sejak dipelajari) dari Rasulullah SAW.

Ada 5 syarat sah shalat, di antaranya adalah suci dari hadas, suci dari najis, menutup aurat, menghadap kiblat, dan mengetahui masuknya waktu shalat. Adapun rukun shalat ada 17 yang terdiri dari niat, takbiratul ihram, berdiri bagi yang mampu, membaca surat Al-Fatihah, rukuk, tuma’ninah saat rukuk, iktidal, tuma’ninah saat iktidal, sujud, tuma’ninah saat sujud, duduk di antara dua sujud, tuma’ninah saat duduk di antara dua sujud, duduk tasyahud akhir, membaca doa tasyahud akhir, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW pada tasyahud akhir, mengucapkan salam, dan tertib.

Selain itu, terdapat beberapa sunah ab’adh dalam shalat seperti membaca doa qunut pada shalat Subuh, membaca doa tasyahud awal, dan lainnya, serta di luar ini juga terdapat sunah-sunah haiat, adab-adab, makruh-makruh, dan hal-hal yang membatalkan shalat. Selanjutnya, terdapat juga pembagian shalat-shalat sunah, seperti sunah muakad dan ghairu muakad yang semuanya ini tertulis dalam kitab-kitab fikih dan buku Rangkuman Agama Islam, Penerbit Fazilet.

Baca juga : apa hukum iktikaf dimasjid.

NAMA-NAMA. Laki-laki. Ayyub, Perempuan. Arwa.

Sumber artikel;Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Sholat yang benar sebagaimana kalian melihatku melaksanakan shalat"

banner 800x90