Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hati-hati memberikan label buruk pada orang lain

Hikmahdanhikmah.com -  HATI-HATI MEMBERIKAN LABEL BURUK PADA ORANG LAIN, AKAN KEMBALI PADA DIRIMU percayalah.Sadar atau tidak sadar, kita seringkali memberikan label pada seseorang berdasarkan kesan pertama yg kita lihat. Ketika kita melihat seseorang sedang marah, kita cenderung berpikir bahwa dia adalah si pemarah. Lalu kita mengenalnya sbg orang yg suka marah2.


Tanpa kita sadari, hal itu merupakan tindakan labeling atau memberikan label/julukan. Kesannya sepele, namun tahukah kamu bahwa ada beberapa bahaya atau dampak negatif yg bisa terjadi pada penerima label, akibat julukan yg kamu berikan, dan dampak yang akan terjadi pada dirimu.

Kini semarak orang yg merasa paling beriman, paling berhak atas nama Tuhan, nabi dan kitab suci. Merasa menjadi wakil nabi, merasa paling Sunnah diantara ribuan Sunnah nabi, merasa paling berhak atas surga, merasa paling benar dan suci. Mereka lupa bahwa menganggap paling merasa Islam, paling merasa Sunnah, dan paling merasa benar, sehingga dgn mudahnya menuduh orang lain salah, sesat, munafik dan kafir. 

Mereka lupa, bahwa merasa paling benar dan mudah menyesatkan orang lain, adalah nama lain dari hawa nafsu, dan jika lebih ekstrim bisa dikatakan, sikap2 tsb adalah perilaku bid'ah nyata yg jauh dari Akhlaqul Karimah, Akhlaqul Karimah adalah Sunnah terbesar Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Mengapa ada di antara kita, yg justru sibuk memberi label salah, sesat dan munafik pada orang lain. Mereka lupa dgn kemunafikan dirinya sendiri, orang lain di munafik2an, tidak boleh ada yg memunafikkan dirinya, sebab merasa dirinya di yg paling benar. 

Melalui artikel ini, kita berharap bisa menghentikan kebiasaan memandang jelek orang lain. Hentikan berkiblat pada Iblis yg selalu mengatakan dgn congkak, “Ana khairun minhu (aku lebih baik dari dia).” (QS. Al A’raf :12). 

Melalui artikel ini, kita berharap berubah menjadi muslim rendah hati, tidak merasa suci atau memandang rendah orang lain, selalu memintakan ampunan untuk orang yg melakukan maksiat, dan tidak justru menghina dan memberitakan kemaksiatannya. Termasuk dalam hal ini adalah orang yg tertangkap aparat keamanan karena kejahatan kriminal, korupsi, atau skandal seks. Sebab, Allah sengaja membongkar dosa itu agar ia tidak menambah dosa yg lebih banyak. 

Baca juga : Hati-hati dengan yang Namanya Dosa jariah

Itulah rahasia kasih Allah subhanahu wa ta'ala. Ingatlah juga peringatan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, riwayat hadits dari Muadz Bin Jabal Al-Anshari Radhiyallahu Anhu (605 M, Madinah - 639 M, Yordania) :

مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ

“Barangsiapa mencela orang karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati sebelum melakukan dosa yg sama” (HR. Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah at-Tirmidzi Asy-Syafi'i atau Imam At Tirmidzi rahimahullah, 824 - 892 M, Uzbekistan)

Selamat berubah menjadi muslim rendah hati dan mengasihi semua pendosa.    

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ, وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ, وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ, وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yg tidak bermanfaat, hati yg tidak khusyu’, hawa nafsu yg tidak pernah puas dan doa yg tidak dikabulkan.” (HR. Al-Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi Asy-Syafi'i atau Imam Muslim rahimahullah, wafat 5 Mei 875 M, Naisabur, Iran)

Baca juga : Hati Hatilah dengan Dosa Masa lalu yang belum di Tobati.

Sumber artikel ; Ragam sumber by Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA'AH SARINYALA

Posting Komentar untuk "Hati-hati memberikan label buruk pada orang lain"

banner 800x90