Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hikmah dibalik kasih sayang dan hukuman Allah SWT



Hikmahdanhikmah.com
- Allah SWT adalah Zat yang Maha Penyayang dan juga yang paling pedih azab-Nya. Seandainya Allah SWT tidak dapat memberikan azab kepada orang-orang yang menentang-Nya, bukankah berarti Dia dapat disifati dengan kelemahan? Padahal, Allah SWT terbebas dari sifat lemah. 

Kemudian, seandainya Allah SWT tidak akan mengazab hamba-hamba-Nya yang berbuat dosa dan kesalahan terhadap-Nya dan makhluk-makhluk-Nya, bukankah berarti Dia tidak dapat menjaga kebesaran-Nya dan tidak dapat mempertahankan hak makhluk-makhluk-Nya, dan berarti Dia telah berlaku tidak adil? Jika demikian, apakah keadaan itu pantas bagi Allah SWT (na’ūdzubillāhi min dzālik )?

Permasalahan ini dapat lebih dipahami dengan kisah berikut ini,

“Suatu hari Nabi Musa AS berkata, ‘Ya Rabbi, Engkau menciptakan makhluk-makhluk, kemudian Engkau pun mengazab mereka. Apakah hikmah di balik semua ini?’ Atas hal ini, Nabi Musa AS diperintahkan oleh Allah SWT untuk menanam tanaman.

Baca juga : Doa Memberikan Manfaat Atas Musibah Musibah yang Belum Turun dan Yang sudah Turun.

Nabi Musa AS pun menanam benih di ladang, menyiraminya, dan merawatnya hingga tumbuh besar. Setelah itu, ia pun memanennya. Ketika itu, terdengarlah sebuah wahyu Ilahi yang mengatakan,

‘Wahai Musa, mengapa kau memotong tanaman yang sudah kau rawat dan kau jaga dengan susah payah?’

Nabi Musa AS menjawab, ‘Ya Rabbi, sebagaimana Engkau ketahui bahwasanya di dalam tanaman ini terdapat biji-bijian dan juga jerami. Biji-bijian tidak dapat dimasukkan ke dalam tumpukan jerami, dan jerami pun tidak layak berada di lumbung bersama biji-bijian. Aku ingin memisahkan keduanya karena tidak pantas jika aku mencampurkannya satu sama lain.’ Maka dari itu, Allah SWT berkata,

‘Wahai Musa, Aku pun begitu, Aku melemparkan orang-orang yang bermaksiat ke dalam neraka. Mereka adalah orang-orang yang berpaling dari kalimat tauhid ‘Lā ilāha illallāh’.”

Walhasil, terdapat hikmah di balik kasih sayang dan karunia Allah SWT serta azab dan hukuman-Nya. Sementara itu, kewajiban kita adalah menghindari sikap dan perilaku yang dapat menjatuhkan kita ke dalam azab Ilahi dan bermunajat memohon perlindungan-Nya.

Baca juga : Akibat Orang-orang yang tidak Mengikuti Jalan Hidayah.

Sumber artikel:Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Hikmah dibalik kasih sayang dan hukuman Allah SWT"

banner 800x90