November 15, 2021

Agama Islam Tidak Disebarkan dengan Pedang-2

Agama Islam Tidak Disebarkan dengan Pedang-2
Hikmahdanhikmah.com - Mus’ab bin Umair RA, salah seorang pemuda Makkah yang memiliki harta kekayaan paling banyak, memilih untuk menjadi seorang muslim dengan meninggalkan seluruh kekayaannya tanpa adanya paksaan. Sebelum hijrah, Rasulullah SAW mengirimnya ke Madinah Al-Munawwarah dan berkat ceramah dan nasihatnya hampir tidak ada seorang pun yang tersisa yang belum masuk Islam di Madinah Al-Munawwarah. Selain itu, sebelum hijrah, Raja Najasyi juga menerima kenabian Rasulullah SAW.

Ketika Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah, Buraidah RA bersama 70 orang lainnya yang berasal dari kabilah Aslam memeluk agama Islam dengan keinginan mereka sendiri. Bagaimana empat orang khalifah besar dan para pembesar sahabat lainnya masuk agama Islam pun telah diketahui. Setiap orang dari mereka meyakini dan membenarkan agama Islam ini dengan keinginan dan ridha mereka sendiri. Masih banyak lagi orang-orang yang masuk agama Islam dengan keinginan sendiri.

Jika dipikirkan dengan saksama, dapat dimengerti bahwasanya agama Islam telah disebarkan dan diketahui sebelum hijrah dan sebelum perang disyariatkan. Sementara itu, perang baru disyariatkan setelah peristiwa hijrah. 

Hal ini berarti tidak ada seorang pun yang dipaksa oleh Rasulullah SAW untuk masuk agama Islam. Sekali lagi, agama Islam tersebar bukan dengan pedang, melainkan hanya karena agama Islam itu disenangi lantaran dapat diterima oleh akal dan fitrah manusia.

CARA AGAR SELAMAT DARI UJUB (MEMBANGGAKAN DIRI)


Salah seorang murid Syekh Abdul Qadir Jailani KS menjelaskan sebagai berikut.

Suatu hari, aku berada di majelis Syekh Abdul Qadir Jailani KS. Dalam majelisnya tersebut, beliau membahas tentang ikhlas, riya, ujub, dan penyebab-penyebabnya. Pada saat itu, pertanyaan bagaimana cara agar selamat dari sifat ujub terlintas dalam pikiranku.

Seketika itu, beliau menoleh ke arahku dan berkata,

“Allah SWT berfirman (yang artinya), ‘Katakanlah, ‘Semuanya (datang) dari sisi Allah.’ (QS An-Nisa: 78). Berdasarkan ayat tersebut, kau akan selamat dari sifat ujub ketika kau telah melihat (mengetahui) bahwa segala sesuatu itu berasal dari Allah SWT, yang membuatmu berhasil dalam melakukan kebaikan adalah Dia, dan kau meniadakan dirimu dalam semua kebaikan yang kau lakukan.’”

Sumber artikel : Fazilet takvimi


Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar