Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kehancuran Abu Lahab orang kafir yang Bengis !


Sumber gambar : bangka.tribunnews.com/


Hikmahdanhikmah.com - Tatkala Rasulullah SAW mengajak orang-orang masuk agama Islam, hanya Abu Lahablah yang menentang beliau seraya berkata, “Wahai Muhammad, untuk hal inikah kau mengumpulkan kami di sini?” Lalu, ia segera mengambil dua buah lempung untuk dilemparkan ke Rasulullah SAW sambil berkata, “Tabban laka! (Celakalah kamu! Aku akan mencelakakanmu!)” Namun, ketika Abu Lahab mengangkat tangannya dan hendak melemparkan lempung tersebut, Malaikat Jibril AS memegang kedua tangannya dari belakang.

Meskipun Abu Lahab sudah berteriak-teriak, tidak ada cara lain baginya selain menjatuhkan lempung tersebut Ia pun berkata, “Jika apa yang dikatakan Muhammad itu benar, akan kuhadapi dengan harta dan nyawaku.” Maksudnya, harta dan anak-anaknya akan menyelamatkannya. 

Ia mengisyaratkan hartanya dengan satu tangannya dan anaknya dengan tangannya yang lain, tetapi kedua tangannya pun hancur. Atas hal ini, turunlah ayat Al-Quran surat Al-Lahab yang artinya, “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasalah dia ...”

Abu Lahab adalah salah seorang yang paling gigih dalam berusaha menggagalkan penyebaran agama Islam ke seluruh penjuru dunia dan berkembangnya dakwah Rasulullah SAW. Orang-orang yang telah mendengar seruan dan ajakan Rasulullah SAW lalu datang ke Makkah untuk memahami kebenaran biasanya bertemu dengan Abu Lahab terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi karena ia merupakan kepala kaum dan paman Rasulullah SAW. 

Abu Lahab selalu menghasut orang-orang yang datang ke Makkah agar membenci Rasulullah SAW dengan menjelek-jelekkan dan menyifatkan beliau dengan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kenabiannya. Oleh karena itu, orang-orang yang berjumpa dengan Abu Lahab kembali pulang sebelum bertemu dengan Rasulullah SAW. Dengan cara ini, ia telah berusaha mencegah penyebaran agama Islam di Semenanjung Arab.

Allah SWT telah mencerca Abu Lahab dan istrinya, Ummu Jamil, dalam surat Al-Lahab dari ayat pertama hingga terakhir. Abu Lahab tidak dapat menoleransi hinaan tersebut dan mulai mengumumkan permusuhannya secara terbuka. Dengan demikian, semua orang mengerti akan kedengkian dan permusuhannya terhadap Rasulullah SAW.

 Perkataan-perkataan yang dibuat-buatnya mengenai Rasulullah SAW lambat laun tidak memberikan pengaruh kepada siapa pun. Terlebih, kemarahan dan permusuhan semua orang terhadap Abu Lahab kian bertambah sehingga hari demi hari martabat Abu Lahab di mata orang-orang mulai berkurang dan ia pun dibenci oleh semua orang. 

Meskipun orang-orang yang menggunakan pedang untuk melawan suatu kebenaran dan berusaha menghancurkannya terlihat berhasil dan terhormat pada awalnya, lambat laun harga diri mereka akan jatuh dan kebenaran itu akan meninggi ketika kebenaran tersebut mulai dipahami. Akibatnya, kebatilan tidak memiliki kekuatan untuk melawan kebenaran tersebut.

Karena sedang sakit, Abu Lahab tidak ikut bergabung bersama pasukan Quraisy dalam Perang Badar untuk melawan Rasulullah SAW, tetapi ia ikut membantu pasukan Quraisy dengan hartanya dan mengirim adik Abu Jahal, Ash bin Hisyam, ke medan perang sebagai penggantinya. 

Ia menderita sejenis penyakit cacar yang bernama adese. Ketika mendengar kabar bahwa pasukan Quraisy mengalami kekalahan dalam Perang Badar, tujuh hari kemudian ia pun mati karena merasa sangat terpukul. Orang-orang Quraisy, bahkan keluarganya sendiri, tidak berani mendekatinya karena takut penyakitnya akan menular seperti wabah. 

Oleh karena itu, mayatnya tetap tergeletak selama tiga hari dan membusuk. Pada akhirnya, karena takut dicela, mereka membayar beberapa orang bayaran dari Sudan. Orang-orang bayaran itu pun membawa dan menguburkan mayatnya. 

Menurut suatu riwayat, keluarganya dan orang-orang Quraisy menggali lubang dan memasukkan pepohonan, lalu meletakkan batu ke atasnya sampai tertutup. Dalam riwayat lain, mereka tidak menggali lubang, tetapi hanya menyandarkan mayatnya pada sebuah dinding lalu melemparkan batu hingga mayatnya tertutup.

Alhasil, harta dan anak-anaknya tidak memberikan manfaat dan keuntungan apa pun kepadanya. Sebagaimana di dunia tidak dapat mencapai tujuannya, di akhirat pun ia akan binasa dan celaka dalam keadaan penuh penyesalan abadi, baik dari sisi jasmani maupun rohani, karena akan mendapatkan azab yang pedih.

Karena kekhususan sebab tidak menghalangi umumnya nash, orang-orang yang menghina agama Allah SWT, yang mengatakan bahwa Allah tidak ada, yang mengolok-olok agama Islam dan Al-Quran, yang menghina atau menjelek-jelekkan Rasulullah SAW dan para ahli warisnya tidak merasa sedih dan menyesal dengan berkata “Kami terhindar dari siksa api Abu Lahab”. Padahal, sebenarnya mereka menarik bala (azab) kepada diri mereka sendiri layaknya magnet menarik besi.

Allah SWT menghibur hati Rasulullah SAW yang sedang bersedih karena perkataan Abu Lahab, “Aku akan menghadapinya dengan harta dan nyawaku,” seraya berfirman, “Janganlah engkau bersedih dan berduka, wahai kekasih-Ku! Kehancuran bukanlah untukmu melainkan untuk Abu Lahab yang mengatakan ‘Aku akan menghancurkanmu’. Dunia dan akhiratnya, semuanya telah binasa.”

Sumber artikel:Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Kehancuran Abu Lahab orang kafir yang Bengis !"

banner 800x90