Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mencintai dan membenci karena Allah SWT

Mencintai dan membenci karena Allah SWT

Hikmahdanhikmah.com - Rasulullah SAW bersabda, “Tidak dihalalkan bagi seorang muslim memutus hubungan (tidak bertegur sapa) dengan saudara muslimnya lebih dari tiga hari.”

Tidak diperbolehkannya memutuskan hubungan dengan saudara muslim lebih dari tiga hari itu ketika marah/tersinggung karena urusan dunia. Namun, marah untuk urusan akhirat tidaklah demikian. Tidak bertemu dengan saudara seagama dengan tujuan untuk mengajarinya adab atau karena ia telah melakukan suatu bid’ah hukumnya boleh, bahkan disunahkan. Sebab, mencintai dan membenci karena Allah SWT adalah salah satu akhlak tertinggi dalam Islam.

Rasulullah SAW tidak berbicara dengan tiga orang sahabat yang tidak ikut bergabung dalam Perang Tabuk, yaitu Ka’ab bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Murarah bin Rabi’ (R.Anhum), sampai mereka diampuni dan beliau juga menyuruh para sahabat lainnya agar tidak berbicara dengan mereka. Kondisi ini berlangsung hingga 50 hari.

Jika seseorang tidak berbicara dengan saudara seagamanya karena Allah SWT, hal itu diperbolehkan. Maksudnya, ia boleh marah dan memutus hubungan dengan orang yang bermaksiat kepada Allah SWT atau tidak menjalankan perintah-Nya sampai orang tersebut bertaubat dan kembali taat kepada-Nya.

Baca juga : Beberapa Tipu daya Syetan Menunda nunda ibadah dan Taubat.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda,

“Amal yang paling utama adalah mencintai dan membenci karena Allah SWT.”

“Sesungguhnya aku pernah melihat mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya di sekeliling arasy. Orang-orang yang berada di atas mimbar-mimbar tersebut memakai pakaian dari cahaya dan wajah mereka pun bercahaya. Mereka bukanlah para nabi. Akan tetapi, para nabi dan syuhada kagum terhadap mereka.”

“Wahai Rasulullah, bisakah engkau memberitahu kami siapakah mereka itu?” tanya sahabat. Rasulullah SAW bersabda,

“Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah SWT, membenci karena-Nya, dan duduk berkumpul karena-Nya.”

Allah SWT berkata kepada Nabi Musa AS, “Wahai Musa, apakah engkau pernah melakukan amal untukku?” Nabi Musa AS berkata,

“Wahai Rabbku, aku telah melaksanakan shalat, berpuasa, bersedekah, dan berzikir untuk mendapatkan ridha-Mu.” Allah SWT berkata, “Sesungguhnya shalat adalah hujah (dalil) untukmu, puasa adalah perisai dari api neraka, sedekah adalah naungan di padang mahsyar, dan zikir adalah nur untukmu. Amal apakah yang kau telah kerjakan untuk-Ku?”

Nabi Musa AS bertanya, “Ya Rabbi, ajarilah aku suatu amal yang dapat aku kerjakan untuk-Mu!”

Allah SWT menjawab, “Wahai Musa, pernahkah kau bersahabat dengan sahabat-Ku dan memusuhi musuh-Ku?”

Sumber artikel:Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Mencintai dan membenci karena Allah SWT"

banner 800x90