Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah keberanian Rasulullah SAW

keberanian Rasulullah SAW


Hikmahdanhikmah.com - Anas bin Malik RA berkata, “Rasulullah SAW adalah orang yang paling tampan, berani, dan dermawan di antara seluruh manusia.

Suatu hari, orang-orang Madinah merasa takut akan serangan musuh, tetapi Rasulullah SAW malah melompat menunggangi kuda tanpa pelana, yang jalannya lambat yang bernama Mandub milik Abu Talha, lalu beliau pergi sendirian ke arah datangnya suara musuh, sedangkan orang-orang Madinah tertinggal jauh di belakang beliau. Kami melihat bahwa kuda yang jalannya lambat itu di bawah perintah Rasulullah SAW seakan-akan menjadi sebuah laut lalu mengalir bagaikan air (larinya sangat cepat).”

Ketika menjelaskan keberanian Rasulullah SAW dalam Perang Uhud, Miqdad bin Amr RA berkata, “Demi Allah yang mengutus Rasulullah SAW sebagai nabi dan rasul dengan kitab dan agama yang hak, aku sama sekali tidak pernah melihat Rasulullah SAW mundur dalam menghadapi serangan musuh meskipun hanya satu jengkal.

Aku melihat Rasulullah SAW terkadang berdiri melesatkan anak panah dengan busur atau melemparkan batu ke arah musuh hingga mereka mundur.

Rasulullah SAW tidak pernah berpindah dari tempatnya dan selalu bertahan layaknya satu pasukan militer.”

Ketika tentara Islam berhamburan dalam Perang Hunain, Rasulullah SAW tinggal di pusat komando ditemani beberapa orang sahabat. Hanya Rasulullah SAW-lah yang pergi tanpa rasa takut dan gentar menghadapi hujan panah yang membuat dua belas ribu tentara terpaksa mundur. Dengan semangat Ilahi yang merupakan bukti kenabian dan sebagai satu-satunya teladan dan mukjizat dari semua ketekunan dan keberanian serta tekad dan usaha, Rasulullah SAW maju menghadapi serangan musuh, bahkan seluruh dunia kekufuran, dengan menaiki tunggangannya yang bernama Duldul. 

Makin beliau memacu tunggangannya, orang-orang kafir makin berlarian, tetapi ketika mereka menyerang, beliau tetap berada di tempat. Menurut sebuah riwayat, keadaan ini sudah terjadi sekitar sepuluh kali. Paman beliau, Sayidina Abbas RA, berlari lalu memegang tali kekang tunggangan beliau agar beliau tidak melangkah lebih jauh.

Sayidina Ali KW pernah berkata, “Ketika pertempuran memanas dan mata berubah menjadi mangkuk penuh darah, kami akan berlindung di belakang Rasulullah SAW. Tidak ada seorang pun yang lebih dekat dengan musuh selain beliau.”

Sumber artikel : Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Inilah keberanian Rasulullah SAW"

banner 800x90