Desember 18, 2021

Ketika Rasulullah Saw berjalan kaki di Depan



Hikmahdanhikmah.com - Setelah berhasil mengalahkan pasukan Dinasti Mamluk pada Perang Marj Dabiq (Agustus 1516), Yavuz Sultan Salim Han mulai berangkat untuk menyatukan Mesir dalam kekuasaan Daulah Turki Utsmani. Beliau tiba di Gaza pada hari pertama hari Raya Iduladha, tanggal 2 Januari 1517. Beliau tinggal di sana sampai tanggal 9 Januari 1517.

Dalam perjalanan ke Mesir, tidak ada rintangan selain Semenanjung Sinai (Gurun Sinai). Sebelum Yavuz Sultan Salim, tidak ada raja yang berhasil melewati Semenanjung Sinai bersama pasukannya selain Syah Iran Kambiz dan Raja Makedonia, Alexander Agung. Suhu di sana pada siang hari bisa mencapai 40-50 derajat, sedangkan pada malam hari bisa turun hingga nol derajat. Seluruh persiapan telah dilakukan untuk melewati gurun dan seluruh antisipasi telah dilakukan. Pasukan Yavuz Sultan Salim berangkat dari Gaza pada hari Jumat, 9 Januari 1517.

Di gurun tersebut yang sudah bertahun-tahun lamanya tidak mengalami hujan mulai turun hujan sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT. Suhu panas Gurun Tih yang tidak tertahankan pun telah lenyap dan pasukan melanjutkan perjalanan dalam cuaca sejuk musim semi. Suatu ketika, Yavuz Sultan Salim turun dari kudanya dan mulai berjalan kaki. Lalu, para pejabat negara dan satuan pasukan berkuda pun ikut turun dari kuda mereka dan mulai berjalan kaki. Ajudan beliau yang bernama Hasan Can bertanya kepadanya,

“Wahai Sultanku, insya Allah, ini adalah sebuah kebaikan, tetapi semua pasukan bertanya-tanya mengapa sultan kami berjalan kaki? Mereka penasaran dengan hal ini.” Lalu, Sultan menjawab sebagai berikut,

“Bagaimana kita bisa berada di atas kuda ketika Sayyidul Kaunain, Rasulullah SAW, berjalan kaki di depan kita?” Setelah beberapa saat berjalan kaki, Sultan kembali menunggangi kudanya. Gurun berhasil dilalui tanpa adanya korban dan kerugian, kemudian mereka pun telah mendekati Sungai Nil.

Setelah 13 hari meninggalkan Gaza, Sultan tiba di Salihiyah. Salihiyah adalah sebuah pemukiman di tepi Sungai Nil. Kesulitan-kesulitan yang dialami telah terlupakan dan kesejukan lembah Sungai Nil telah memberikan kesegaran pada tubuh mereka. Sebagai hasil dari peperangan yang dilakukan, pada 14 Februari 1517, Yavuz Sultan Salim memasuki kota Kairo dengan sebuah perayaan yang sangat meriah, lalu beliau mengumumkan dirinya sebagai penguasa negeri tersebut dan Mesir telah masuk dalam kekuasaan Kesultanan Turki Utsmani. (Osmanlı Tarihi Çamlıca Basım Yayın)

Sumber artikel: Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar