Desember 29, 2021

Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i RH


Hikmahdanhikmah.com - Salah satu imam dari empat imam besar Ahlussunah wal Jamaah, Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i RH, lahir di kota Gaza pada hari wafatnya Imam A’zham Abu Hanifah RH tahun 150 H (767 M). Beliau berasal dari kaum Quraisy. Pada masa muda, kakeknya, Syafi’i RA, pernah menghadiri ceramah Rasulullah SAW. Ayah kakeknya, Saib RA, menjadi muslim pada hari terjadinya Perang Badar.

Imam Syafi’i RH menjadi hafiz pada usia 7 tahun. Beliau menimba ilmu dari Imam Malik RH di Madinah Al-Munawwarah. Beliau telah menjadi seorang ulama besar dalam ilmu hadis dan banyak meriwayatkan hadis. Suatu hari Imam Malik RH berkata, “Wahai Syafi’i, Allah SWT telah mengaruniakan cahaya ilmu kepadamu. Janganlah kau padamkan cahaya tersebut dengan dosa-dosa.”

Imam Syafi’i RH juga pernah belajar di majelis ilmu Imam Muhammad Syaibani RH yang merupakan murid Imam A’zham RH dan memperoleh manfaat darinya. Beliau telah membaca dan mempelajari kitab fikih Imam A’zham RH yang diambil dari Imam Muhammad RH, lalu beliau memperoleh perkembangan yang luar biasa dalam ijtihadnya.

Imam Syafi’i RH adalah orang yang pertama kali menulis kitab mengenai usul fikih. Karya-karya beliau berjumlah sekitar 130.

Pada saat ilmu dan ketenarannya tersebar luas, beliau selalu mendengarkan ceramah salah seorang imam besar sufi, yaitu Syaiban Ar-Ra’i KS, menanyakan masalah-masalah kepadanya, dan mencium tangannya.

Ketika ditanyakan kepada Imam Syafi’i RH, “Anda memiliki pengetahuan sebanyak ini, mengapa Anda masih bertanya kepada Syaiban Ar-Ra’i KS?” Maka, Imam Syafi’i RH menjawab, “Beliau dapat mengatakan kekurangan yang terdapat pada amal-amal kami dan amal beliau sesuai dengan ilmu kami.”

Imam Syafi’i RH adalah orang yang sangat dermawan, pemberani, dan pemalu. Apabila seseorang melihat kepadanya dengan penuh perhatian, wajahnya akan memerah karena rasa malunya. Beliau mahir dalam hal memanah. Bahkan, pada suatu hari beliau memanah 10 kali dan semuanya mengenai sasaran.

“Di mana pun aku berada, seumur hidup gusul pada hari Jumat tidak pernah aku tinggalkan dan selama 16 tahun aku tidak pernah makan sampai kenyang,” kata beliau. Imam Syafi’i RH wafat pada tahun 204 H (819 M) dan dimakamkan di Mesir.

Imam Syafi’i RH berkata, “Aku telah bertemu dengan banyak aulia Allah dan ada dua hal yang paling bermanfat bagiku dari sekian banyak hal yang aku dengar dari mereka. Pertama, ‘Waktu bagaikan sebuah pedang yang tajam. Jika kau tidak menggunakannya, ia akan memotongmu.’

Kedua, ‘Sibukkanlah nafsumu dengan kebaikan agar ia tidak menyibukkanmu dengan keburukan.’” (Rahmatullāhi ‘alaih)

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar