Januari 19, 2022

Nikmat Akal menjadi alat untuk membantu manusia memahami tanda-tanda kebesaran Ilahi



Hikmahdanhikmah.com - Akal adalah sebuah kekuatan jiwa sehingga manusia memiliki pengetahuan dengannya, memisahkan yang baik dari yang buruk, dan dapat merasakan hakikat makhluk. Akal menjadi alat untuk membantu manusia memahami tanda-tanda kebesaran Ilahi dan mengetahui banyak kebenaran. Akal merupakan sebuah permata yang sangat berharga. Karena alasan inilah agama Islam sangat menjunjung tinggi fitrah dan akal manusia. 

Di dalam Al-Quran surat At-Tin ayat ke-4 disebutkan, “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Selain itu, di dalam sebuah hadis juga dikatakan, “Konsistensi manusia adalah akal (dengan kata lain, manusia melanjutkan hidupnya dengan baik dan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat dengan akal). Tidak ada agama bagi orang yang tidak memiliki akal.” Akal adalah cahaya fitrah manusia yang membuat hati dapat membedakan antara yang hak dan yang batil.

Akan tetapi, akal bukanlah panduan yang memadai dalam segala hal. Akal tidak bisa menentukan amalan seperti apa yang sesuai dengan ridha Allah SWT. Meskipun ditakdirkan harus memiliki kewajiban-kewajiban dengan beberapa hal, manusia tidak dapat mengetahui kewajiban-kewajiban itu seorang diri. Maka dari itu, agama yang menerangi akal dianugerahkan oleh Allah SWT kepada manusia. Hanya dengan cara ini manusia dapat sepenuhnya mengetahui kewajiban mereka.

Hal itu berarti sesuatu yang membuat manusia harus bertanggung jawab atas kewajiban-kewajibannya bukan hanya akal mereka saja. Allah SWT Yang Maha Kuasa-lah yang menciptakan akal dan orang berakal. Sementara itu, orang yang ditugaskan untuk menyampaikan perintah dan larangan Allah SWT kepada umat manusia adalah Rasulullah SAW. Kesimpulannya, asal mula sebenarnya dari kewajiban itu adalah agama, wahyu, dan kenabian. Dengan demikian, tugas penghambaan memperoleh kodrat yang mulia karena dilandasi oleh landasan yang begitu luhur.

Selain itu, nilai akal tidak akan berkurang dengan fakta bahwa sumber kewajiban yang sebenarnya adalah agama. Sebab, tanggung jawab manusia tergantung pada akal. Orang-orang yang kehilangan akal tidak berkewajiban menjalankan tugas apa pun. Manusia telah memahami kebenaran dan keagungan tugas-tugas yang diberikan oleh Allah SWT kepada mereka dengan akal mereka.

Sumber artikel:Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar