Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penaklukan kota Makkah Al-Mukarramah



Hikmahdanhikmah.com - Pada tahun 6 Hijriah, Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam menandatangani sebuah perjanjian dengan kaum musyrik Makkah di Hudaibiyah. Namun, orang-orang musyrik melanggar perjanjian ini secara tidak adil pada tahun 8 Hijriah.

Selanjutnya, Rasulullah SAW memulai persiapan ekspedisi seraya merahasiakan tempat yang akan dituju agar tidak terjadi pertumpahan darah dan agar dapat menangkap musuh secara tiba-tiba tanpa mereka ketahui. Pada bulan Ramadan, Rasulullah SAW bergerak dari Madinah Al-Munawwarah bersama sebuah pasukan yang berjumlah kurang lebih dua belas ribu orang.

Rasulullah SAW telah memerintah satuan-satuan pasukan yang beliau bawa ke Makkah Al-Mukarramah dengan berkata, “Janganlah kalian berperang selama tidak ada serangan dari pihak Quraisy!” Setelah itu, pasukan Islam memasuki Makkah Al-Mukarramah dari empat arah dalam waktu yang bersamaan tanpa melakukan peperangan. 

Pekikan takbir menggetarkan gunung-gunung dan bebatuan. Namun, satuan pasukan Khalid bin Walid RA terpaksa berperang karena mendapatkan serangan di sebuah tempat yang bernama Khandamah, dan mereka berhasil mengalahkan pasukan musuh dengan satu kali serangan.

Ketika akan memasuki Makkah Al-Mukarramah, Rasulullah SAW bersujud dengan menunduk di atas leher unta yang ditungganginya untuk bersyukur atas rahmat dan anugerah Allah SWT. Saat itu adalah hari Jumat. Penduduk Makkah berkumpul di Masjidil Haram (di sekeliling Ka’bah Al-Muazzamah). 

Mereka mengingat siksaan-siksaan yang pernah mereka lakukan kepada Rasulullah SAW pada waktunya, dan mereka memikirkan apa yang akan beliau lakukan kepada mereka saat itu. Padahal, Rasulullah SAW telah memaafkan mereka semua lalu berkata, “Silakan pergi, kalian semua merdeka!” Rasulullah SAW menghancurkan berhala-berhala yang ada di sekeliling dan di dalam Baitullah, lalu membersihkan Ka’bah Al-Muazzamah. Kemudian, Bilal Al-Habasyi RA naik ke atas Ka’bah Al-Muazzamah dan mengumandangkan Azan. Amnesti diumumkan di Makkah.

Para laki-laki dan perempuan yang ada di Makkah Al-Mukarramah datang berbondong-bondong dan berbaiat kepada Rasulullah SAW. Mereka memperoleh kemuliaan dengan memeluk agama Islam. Orang-orang yang sebelumnya memusuhi Rasulullah SAW kini telah mencintai beliau melebihi diri mereka sendiri. 

Al-Fath (penaklukan) berarti membuka. Penaklukan ini bukan hanya merebut sebuah kota dari tangan musuh, tetapi juga membuka hati-hati mereka untuk agama Allah SWT, keimanan, dan keislaman. Setelah penaklukan Makkah, hati-hati yang tertutup dari menerima kebenaran karena dihalangi oleh orang-orang musyrik Quraisy selama dua puluh tahun akhirnya menerima agama Islam secara berbondong-bondong. Setelah penaklukan selesai, Rasulullah SAW kembali ke Madinah Al-Munawwarah.

Sumber artikel:Fazilet takvimi

Posting Komentar untuk "Penaklukan kota Makkah Al-Mukarramah"

banner 800x90