Januari 08, 2022

Pentingnya menjaga istiqamah dalam Berbagai kondisi



Hikmahdanhikmah.com - Istiqamah adalah kebenaran, melakukan segala kewajiban sesuai dengan tuntunan agama, serta selalu setia dan tidak berlebihan.

Istiqamah adalah menjalankan hukum-hukum agama, akidah agama, amal-amal saleh, tugas-tugas moral dan kemanusiaan, serta memenuhi hak-hak Allah SWT dan makhluk-Nya. Kebutuhan meningkat seiring dengan kemajuan peradaban. Dengan meningkatnya kebutuhan, hak dan kewajiban masyarakat meningkat. Perjuangan bisa berubah menjadi perkelahian dan ketulusan menjadi perselisihan akibat keegoisan. 

Ketika seseorang harus mencari jalan keluar yang mudah dalam menghadapi kebutuhan dan tugas-tugas yang sangat kompleks, hak orang lain akan terabaikan dan hak asasi pun akan melemah. Hal-hal terlarang seperti kemunafikan, kebohongan, kecurangan, penipuan, kezaliman, dan kemalasan dianggap sebagai jalan kemudahan. Berjuang menjaga istiqamah dalam kondisi seperti ini ibarat menghadapi kesulitan yang setara dengan meninggalkan kehidupan.

Jika masyarakat mulai kehilangan persatuan dan kesatuannya, pada akhirnya masyarakat akan hancur, serta keadaan setiap individu (saat ini) dan mungkin masa depan mereka juga akan hancur. Penting bagi setiap orang untuk menang melawan lingkungan yang menyedihkan seperti itu tanpa menyimpang dari keistiqamahan, tanpa meninggalkan jalan yang benar dan lurus, serta tanpa terjerumus ke dalam jalan yang salah. 

Jika seseorang menjalankan hal ini sebagai sebuah tugas baginya meskipun harus menghadapi seluruh kesulitan dan ketidakmungkinan yang ada, orang yang menunaikannya akan memperoleh kemuliaan sama seperti berusaha menjadi syahid seratus kali sesuai dengan hadis syarif Rasulullah SAW berikut, “Barang siapa beramal dengan sunahku ketika umatku sedang mengalami kerusakan, baginya terdapat pahala seratus orang syahid.” Menyimpang ke jalan yang salah untuk menang dalam menghadapi lingkungan yang penuh dengan perbuatan dosa merupakan sebuah pekerjaan yang keuntungannya tidak lebih besar dari kerugiannya. 

Padahal, setiap orang seharusnya senantiasa berada di jalan yang benar dengan meneladani Rasulullah SAW yang siap mengorbankan hidupnya di jalan Allah SWT ketika diperlukan, dan melaksanakan tugas kenabiaannya dengan sempurna. Hal ini memang merupakan pekerjaan yang berat bagi kebanyakan orang. Akan tetapi, mengetahui keesaan Allah SWT serta meyakini hari akhirat dan perlunya berusaha untuk masa depan yang tiada akhirnya (akhirat) akan memudahkan pelaksanaan tugas ini. 

Kebahagiaan yang diraih dengan memperoleh nikmat-nikmat Allah SWT tidak hanya akan didapatkan di kehidupan yang fana ini. Setiap manusia tidak boleh lupa bahwa terdapat sebuah kehidupan yang abadi di alam yang lain dan tidak boleh lupa juga bahwasanya umur yang terbatas, seperti lima puluh atau seratus tahunan, tidak akan cukup untuk ruh yang membawa harapan-harapan kebahagiaan yang tak terbatas.

Kesimpulannya, bagaimanapun kelihatannya, jalan terbaik untuk manusia adalah jalan istiqamah. Seluruh bencana dan kegelisahan masyarakat adalah karena mereka meninggalkan istiqamah.
Sumber artikel : Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar