Januari 07, 2022

Mengenal Syekh Hafiz Abu Said Shahib KS

Sumber Gambar screenshot : https://tunahan.org/


Hikmahdanhikmah.com - Syekh Hafiz Abu Said Shahib KS, yang merupakan mata rantai ke-29 dalam silsilah saadat, lahir di kota Mustafaabad di wilayah Rampur, India, pada tanggal 2 Zulkaidah 1198 H (1782 M). Beliau merupakan keturunan Imam Rabbani KS. Ayahnya bernama Syekh Safiyyul Qadir.

Ketika berusia sebelas tahun, Syekh Hafiz Abu Said KS telah menghafal Al-Quranul Karim. Beliau telah mempelajari berbagai ilmu agama dan ilmu dunia serta telah menjadi seorang alim yang sangat besar.

Syekh Hafiz Abu Said Shahib KS mempelajari tarekat Naqsyabandiyah dari ayahnya. Hingga ayahnya wafat pada tahun 1236 H (1820 M), beliau selalu berkhidmah kepada sang ayah dan memperoleh nur Ilahi darinya. Setelah ayahnya wafat, beliau mulai mengikuti ceramah-ceramah Syekh Syah Dargahi RH atas wasiat ayahnya. Kemudian, Syekh Hafiz Abu Said Shahib KS menulis surat kepada salah seorang pembesar khalifah Syekh Syamsuddin Habibullah KS, Syekh Sanaullah Al-Paniputi RH. Pada surat jawabannya, Syekh Sanaullah RH mengatakan kepadanya agar ia mengikuti ceramah Maulana Syekh Abdullah Dahlawi KS. Maka, Syekh Hafiz Abu Said Shahib KS pun mengikuti ceramahnya.

Syekh Abdullah Dahlawi KS menyambutnya dengan penuh hormat dan memberikan isyarat kepadanya untuk menduduki makam irsyad. Akan tetapi, ketika Syekh Hafiz KS berkata, “Aku datang untuk memperoleh manfaat dan berkhidmah”, beliau memperoleh banyak pujian.

Setelah beberapa bulan Syekh Hafiz KS mengikuti ceramahnya, Syekh Abdullah Dahlawi KS memberikan ijazah dan mengangkatnya sebagai khalifah tarekat Naqsyabandiyah, Qadariyah, dan Jastiyah. Beliau juga menyerahkan banyak muridnya kepada Syekh Hafiz Abu Said KS.Ketika penyakitnya semakin parah, Abdullah Dahlawi KS menulis beberapa surat untuk Abu Said KS.

Salah satu isi surat beliau adalah sebagai berikut, “Aku melihat bahwa sepeninggalku, duduk di makam ini telah ditakdirkan untukmu. Sebelumnya, ketika aku sakit, aku telah melihatmu menduduki makam kami. Tidak ada seorang pun selainmu yang memiliki kemampuan untuk mendapatkan tawajuh-tawajuh ini. Segeralah datang kemari setelah kau membaca surat ini. Tugaskanlah putramu, Syekh Ahmad Said, di tempatmu. 

Perintahkan ia untuk mendoakanku agar dapat berjumpa dengan Allah SWT dan memperoleh husnul khatimah. Selain itu, mintalah ia agar menyibukkan dirinya dengan memperbanyak membaca shalawat, istigfar, dan kalimah thayibah, melakukan khatam Al-Quranul Karim dan khataman-khataman yang diajarkan oleh para pembesar jalan ini, serta hendaklah ia berpegang teguh pada sunah Rasulullah SAW.

Atas apa yang tertera dalam surat tersebut, Abu Said KS menugaskan anaknya, Ahmad Said KS, untuk menggantikannya. Kemudian, beliau berangkat dari Lucknow ke Delhi menghadap ustaznya sesuai dengan perintah ustaznya itu. Selanjutnya, beliau menduduki makam irsyad setelah gurunya wafat. Beliau menduduki makam irsyad kurang lebih selama sembilan tahun. Beliau telah menunjukkan usaha besar dalam penyebaran syariat Nabi Muhammad SAW (agama kita) dan Tarekat Naqsyabandiyah. (Silsilatudz Dzahab, Penerbit Fazilet)

Sumber artikel: Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar