Februari 17, 2022

Ajakan Nabi Musa as kepada Firaun untuk beriman dan keajaiban Mukjizat Tongkat



Hikmahdanhikmah.com - Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS datang menghadap Firaun dan mengajaknya masuk ke agama yang hak seraya berkata, “Allah SWT, Tuhan semesta alam, telah memberikan kenabian kepada kami dan Dia mengutus kami untuk mengajakmu beriman.” Lalu, mereka melanjutkan, “Tinggalkanlah Bani Israil! Biarkan kami membawa mereka pergi ke kota Kanaan, tanah air nenek moyang kami!”

Akan tetapi, Firaun marah dan ingin menakut-nakuti Nabi Musa AS seraya berkata, “Di Mesir, tidak ada Tuhan selain aku. Jika kau mengenal Tuhan selain aku, aku akan menjebloskanmu ke dalam penjara!” Ketika itu, Nabi Musa AS melemparkan tongkatnya ke tanah. Lalu, tongkat itu berubah menjadi seekor ular yang besar dan mulai bergerak.

“Jangan sampai anak yang dikabarkan peramal dahulu adalah orang ini!” ujar Firaun dengan rasa khawatir. Lalu, Firaun berkata kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya, “Musa adalah seorang penyihir yang hebat. Ia ingin mengambil alih negeri Mesir.”

Pada zaman itu, ilmu sihir adalah sesuatu yang sangat populer. Berita pun dikirim ke semua penjuru atas perintah Firaun. Berapa pun banyaknya penyihir didatangkan dan diumumkan bahwasanya pada hari raya kaum Qibti masyarakat akan dikumpulkan di sebuah alun-alun. Selama sepuluh hari penduduk Mesir berkumpul di sana. 

Para penyihir pun keluar dan berkata, “Kami akan menang untuk kehormatan dan kebenaran Firaun!” Kemudian, mereka mulai melemparkan alat-alat sihir, tali, dan tongkat sihir mereka dan membuatnya tampak seperti ular-ular yang sedang berkeliaran. Nabi Musa AS pun segera melemparkan tongkatnya. Tongkat itu langsung berubah menjadi seekor ular besar lalu menelan alat-alat dan perlengkapan sihir milik para penyihir.

Para penyihir terkejut karena tidak ada satu pun tali dan tongkat mereka yang tersisa, semuanya habis ditelan. Padahal, seandainya Nabi Musa AS melakukan sihir, peralatan dan perlengkapan mereka, seperti tali dan tongkat sihir, seharusnya masih ada. “Ini adalah sesuatu di luar kemampuan manusia! Ini adalah mukjizat,” kata mereka dan akhirnya mereka pun beriman.

Firaun sangat marah akan hal ini dan berkata, “Ternyata Musa adalah guru kalian. Kalian bersepakat dengannya sebelumnya dan memutuskan untuk menaklukkan negeri Mesir bersama orang-orang Israil. Namun, aku akan memotong tangan dan kaki kalian lalu menggantung kalian di pohon kurma!”

Mereka pun membalas, “Kami telah beriman kepada Rabb Nabi Musa AS. Kami hanya memohon ampunan dan kasih sayang-Nya.”

Sumber artikel:Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar