Februari 20, 2022

Kedatangan Nabi Musa AS Beserta Kaumnya ke tanah Kanaan



Hikmahdanhikmah.com - Ketika datang dari Mesir ke tanah Kanaan, Nabi Musa AS beserta kaumnya pergi menuju negeri Ariha. Namun, karena tempat-tempat ini dikuasai oleh beberapa tiran dari suku Amaliqah, mereka perlu disingkirkan dari sana dengan cara berperang. Bani Israil mundur dan berkata, “Kita tidak bisa berperang melawan suku tiran itu.”

Nabi Musa AS merasa tersinggung dengan ucapan mereka. Oleh sebab itu, Bani Israil jatuh ke dalam Padang Sahara Tîh (Sinai) dan mengembara di sana selama empat puluh tahun, mereka tidak bisa keluar dari sana. Mereka melupakan semua siksaan dan penderitaan yang telah mereka derita selama di Mesir. “Seandainya kita tidak keluar dari Mesir!” kata mereka.

Ketika mereka berada di Padang Pasir Sinai, Allah SWT menurunkan nikmat kepada mereka berupa manisan manna dan burung salwa. Mereka pun memakan makanan tersebut. Setelah beberapa lama, mereka merasa bosan dengan manisan manna dan burung salwa. “Kami juga menginginkan beragam jenis sayuran, ketimun, bawang merah, bawang putih, kacang, dan miju-miju,” pinta mereka.

 Akan tetapi, Nabi Musa AS menolak permintaan mereka dan meninggalkan saudaranya, Nabi Harun AS, sebagai wakilnya, lalu ia pergi ke Bukit Tursina atas perintah Allah SWT.

Ketika berada di Mesir, Bani Israil mengambil beberapa perhiasan dan barang yang terbuat dari emas sebagai amanah dari kaum Qibti untuk pernikahan atau hari raya, tetapi ketika meninggalkan Mesir secara tiba-tiba, mereka tidak dapat memberikan amanah-amanah tersebut kepada pemiliknya. Sementara itu, karena tidak ada desa dan kota di Padang Pasir Sinai, emas dan perak tidak bernilai sama sekali. Maka dari itu, Bani Israil membawa perhiasan yang diamanahkan kepada mereka itu. Di antara mereka terdapat seorang munafik yang bernama Samiri.

Suatu hari Samiri menipu Bani Israil dan menyuruh mereka mengumpulkan emasnya. Dia membakar semua emas itu dan meleburnya, kemudian membuatnya menjadi patung anak sapi emas. Patung itu mengeluarkan suara seperti anak sapi. “Inilah Tuhan kalian dan Musa. Musa pergi ke Bukit Tursina untuk mencarinya. Kemarilah dan sembahlah patung ini!” kata Samiri. Mereka pun mulai menyembah patung tersebut.

Meskipun Nabi Harun AS telah menasihati mereka, mereka tidak mengindahkannya. “Kami tidak akan berhenti menyembah patung anak sapi sampai Musa datang,” kata mereka.

Sumber artikel ; Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar