Maret 15, 2022

Akhlakul Karimah:Lemah lembut



Hikmahdanhikmah.com - Lemah lembut berarti berbicara dengan sopan dan lembut serta bertindak dengan memikirkan kebaikan semua orang, yang keduanya ini merupakan lawan dari sikap kasar, kurang ajar, dan bengis.

Pada tahun-tahun awal kenabian, Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam selalu bersikap lemah lembut kepada semua orang meski banyak musuh beliau yang melakukan penyiksaan dan penganiayaan yang tidak masuk akal.

Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagai berikut,

“Wahai Aisyah, sungguh Allah SWT itu Rafīq (senantiasa memperlakukan hamba-Nya dengan kasih sayang) dan menyukai sikap lemah lembut dalam segala hal.”

“Orang yang tidak bersikap lemah lembut akan terhalang dari kebaikan.”

“Sikap lemah lembut akan memberikan manfaat kepada seseorang di dunia dan akhirat.” Bersikap lemah lembut dapat mengantarkan seseorang pada keberhasilan, mengantarkan pemiliknya pada hal yang diinginkannya dan melindunginya dari semua musibah.

Ketika diperhatikan dengan baik, dapat dilihat bahwa pengaruh sikap lemah lembut lebih banyak daripada pengaruh sikap kasar, keras, dan bengis. Sikap lemah lembut selalu dapat memadamkan amarah dan membuat musuh menjadi sahabat. Namun, sikap kasar tidak berguna selain meningkatkan amarah dan membuat sahabat menjadi musuh, serta membuat sesuatu yang mudah dicapai menjadi sesuatu yang mustahil diraih.

Setiap orang semestinya tidak kalah oleh amarahnya. Dia harus selalu berusaha bersikap lemah lembut dan sopan santun terhadap semua orang. Sikap seperti ini dapat melembutkan hati orang lain dan memberikan banyak manfaat kepada pemiliknya.

Seorang penceramah menghadap Khalifah Harun Ar-Rasyid lalu berkata, “Wahai Amirul Mukminin, ada beberapa perkataanku untuk Anda sebagai nasihat, tetapi sedikit menyakitkan. Jika Anda bisa bersabar, aku akan menyampaikannya.” Khalifah Harun Ar-Rasyid memberikan nasihat kepada si penceramah dengan berkata, “Baiklah, jika kau mengatakannya dengan lemah lembut dan sopan santun, aku akan mendengarkannya.

Jika tidak demikian, aku akan menjelaskan kepadamu dengan keras tentang bagaimana semestinya memberikan nasihat. Sebab, kau tidaklah lebih mulia dari Nabi Musa AS dan aku tidaklah lebih buruk dari Firaun. Allah SWT saja memerintahkan Nabi Musa AS agar berbicara dengan perkataan yang lembut kepada Firaun.”

Sumber artikel: Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar