Maret 04, 2022

Ke Hati-Hatian Syekh Naqsyiband KS dalam hal Makanan


Hikmahdanhikmah.com - Syekh Naqsyiband KS yang merupakan mata rantai ke-15 dalam silsilah sa’adat selalu memperhatikan kehalalan makanan dan minuman yang beliau konsumsi. Khususnya, beliau selalu berusaha sekuat mungkin untuk menghindari segala sesuatu yang berkemungkinan haram.

Di dalam majelisnya, Syekh Naqsyiband KS selalu mengingatkan murid-muridnya untuk mencari rezeki yang halal, dan sering membacakan hadis Rasulullah SAW yang artinya, “Ibadah terbagi menjadi 10 bagian: 9 dari 10 bagian tersebut adalah mencari yang halal, sedangkan sisanya adalah ibadah-ibadah lainnya.” Syekh Naqsyiband KS juga berkata, “Amal saleh dan perbuatan baik hanya bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang halal. 

Makanan halal itu juga tidak boleh dimakan dengan kelalaian, tetapi harus dimakan dengan ketenangan hati.”
Salah seorang ulama Bukhara bertanya, “Bagaimanakah cara mendapatkan ketenangan hati di dalam shalat?” Syekh Naqsyiband KS menjawab, 

“Dengan cara memakan makanan yang halal, dan ketika makan pun, seseorang harus mengetahui bahwa Allah SWT selalu melihatnya, dia harus tetap dengan kesadaran ini. Ketika di luar shalat, berwudhu, dan melakukan takbir iftitah, ia harus selalu memusatkan perhatiannya. Jika demikian, ketenangan hati akan dapat diraih.”


Ketika seorang tamu datang, Syekh Naqsyiband KS selalu menjamunya dengan makanan apa pun yang beliau miliki, dan jika beliau sedang berpuasa sunah, beliau akan berbuka puasa (dalam waktu lain beliau akan mengqadha puasanya itu) lalu ikut makan bersama tamunya seraya berkata, “Ketika Rasulullah SAW dan para sahabatnya berkumpul, mereka akan memakan makanan bersama-sama dan tidak secara terpisah-pisah.

Jika di antara mereka terdapat seseorang yang berpuasa sunah, ia akan berbuka puasa kemudian ikut makan dengan para sahabat lainnya.”

Syekh Abul Qasim Gurgani KS berkata, “Keutamaan dan pahala amal kebaikan yang dihasilkan dari mengikuti teman-teman dan sahabat satu sama lain tidak lebih sedikit dari keutamaan puasa sunah.”

BULAN SYA’BAN

Bulan Sya’ban adalah bulan Rasulullah SAW. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak membaca shalawat pada bulan ini. Di samping itu, sebisa mungkin kita harus memperbanyak membaca istigfar dan surat Al-Ikhlas, melaksanakan shalat Tahajud, shalat Tasbih, dan Khatam Anbiya.

Bulan Sya’ban adalah bulan yang mulia, agung, penuh ampunan, pembawa ihsan Ilahi, rahmat bagi orang yang beriman, derita bagi orang kafir, dan wasilah untuk memperoleh cahaya Ilahi. Pada malam pertama bulan ini, yakni besok malam setelah magrib, kita dianjurkan untuk mengerjakan shalat Tasbih. Pada setiap rakaatnya dibaca 1 kali surat Al-Fatihah dan 3 kali Ayat Kursi. (Kumpulan Doa dan Ibadah, Penerbit Fazilet)

Sumber artikel: Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar