Maret 22, 2022

Kisah Perang Uhud pertempuran yang pecah antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy



Hikmahdanhikmah.com - Kaum musyrik Makkah yang telah kalah pada Perang Badar mulai melakukan persiapan perang kembali. Untuk menghilangkan sakit hati akibat kekalahan pada Perang Badar, mereka datang bersama pasukan yang terdiri atas tiga ribu orang ke Gunung Uhud, yang jaraknya kurang dari satu jam dari Madinah Al-Munawwarah, pada bulan Syawal tahun ketiga Hijriah.

Atas hal ini, Rasulullah SAW bermusyawarah dengan para sahabat mengenai bertahan di Madinah atau berangkat ke Uhud. Sebagian ashabul kiram mendesak beliau untuk keluar menghadapi musuh.

Atas hal ini, pasukan Islam yang terdiri atas seribu orang pun bergerak ke arah Uhud. Tiga ratus orang di antara seribu orang ini adalah orang-orang munafik. Dengan sebuah alasan, mereka pun berpisah dari pasukan. Lima puluh orang dari sahabat ditugaskan untuk menjaga sebuah jalan sempit di sekitar itu. Mereka diingatkan untuk tidak pergi selama tidak ada perintah.

Akhirnya, dua pasukan mulai berperang. Ketika pasukan Islam terlihat sudah menang, orang-orang yang ditugaskan menjaga jalan sempit itu meninggalkan tempatnya karena merasa senang. Orang-orang musyrik yang menyadari hal ini kembali datang dan melakukan sebuah serangan tiba-tiba melalui jalan sempit tersebut.

Dari kalangan sahabat, tujuh puluh orang telah mati syahid. Paman Rasulullah SAW, Sayidina Hamzah RA, termasuk di antara orang-orang yang mati syahid. Rasulullah SAW terluka oleh sebuah batu yang dilemparkan ke arahnya. Salah satu gigi geraham Rasulullah SAW tanggal dan dua keping lingkaran topi besi menancap pada wajah mulia beliau. Di sekeliling Rasulullah SAW hanya tersisa beberapa sahabat, seperti Sayidina Abu Bakar, Sayidina Ali, Thalhah, dan Sa’ad Radhiyallāhu ‘anhum. Pada saat itu, tersebar berita bohong di antara kaum muslim tentang mati syahidnya Rasulullah SAW.

Kemudian, ketika salah seorang sahabat berteriak, “Rasulullah SAW berada di sini,” kaum muslim berkumpul. Rasulullah SAW berkata, “Semoga Allah SWT merahmati orang-orang yang menjaga saudara-saudaranya”, lalu bersama orang-orang yang berada di sekelilingnya, beliau menyerang kaum musyrik dan menjauhkan mereka.

Akhirnya, berkat hal itu, kekuatan musuh dapat dipatahkan, dan mereka mundur dari peperangan. Kaum muslim pun kembali ke Madinah Al-Munawwarah.

Masalah yang diderita selama Pertempuran Uhud adalah buah dari kesalahan yang ditunjukkan dalam ketaatan pada perintah Rasulullah SAW. Peristiwa ini menjadi sebuah pelajaran untuk lebih siaga bagi ashabul kiram.

Sumber artikel:Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar