Maret 03, 2022

Nabi-Nabi yang ditemui Pada Peristiwa Isra Miraj


Hikmahdanhikmah.com - Peristiwa Isra terjadi ketika Rasulullah SAW berada di Makkah Al-Mukarramah. Makkah Al-Mukarramah merupakan tanah haram Allah SWT yang berada di bawah perlindungan-Nya. Orang-orang yang bermukim di sana adalah para tetangga Baitullah. Sementara itu, Peristiwa Mi’raj (naik ke atas langit) terjadi dari kota suci Al-Quds.

Nabi yang pertama Rasulullah SAW temui adalah Nabi Adam AS di langit pertama.

Nabi Adam AS berada dalam perlindungan Allah SWT di dekat-Nya (yakni di surga). Iblis yang merupakan musuh Nabi Adam AS telah menipunya sehingga menyebabkan dirinya dikeluarkan dari surga.

Kejadian pertama yang dialami Rasulullah SAW juga serupa dengan kisah ini. Musuh-musuh Rasulullah SAW telah mengeluarkan beliau dari tanah haram (Makkah Al-Mukarramah) dan tempat yang dekat dengan Baitullah serta menjadi sebab berhijrahnya beliau.

Di langit kedua, Rasulullah SAW melihat Nabi Isa dan Nabi Yahya ‘Alaihimassalām. Nabi Isa dan Nabi Yahya ‘Alaihimassalām diuji dengan orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi mendustai, menyakiti, dan menganiaya mereka. Orang-orang Yahudi telah bermaksud membunuh mereka. Allah SWT mengangkat Nabi Isa ‘Alaihissalām ke langit. Sementara itu, orang-orang Yahudi membunuh Nabi Yahya ‘Alaihissalām.

Setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah Al-Munawwarah, masa ujian kedua pun dimulai. Ujian beliau di sana adalah orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi berusaha menyakiti dan mengalahkan Rasulullah SAW. Bahkan, mereka ingin melemparkan batu besar dari atas kepala Rasulullah SAW dengan maksud membunuh beliau. 

Akan tetapi, sebagaimana Allah SWT menjaga Nabi Isa ‘Alaihissalām, Allah SWT juga menjaga Rasulullah SAW dari mereka. Setelah itu, mereka meracuni Rasulullah SAW dengan daging kambing muda yang beracun. Pengaruh racun ini terus berlanjut hingga Rasulullah SAW wafat. Rasulullah SAW memberitahukan bahwa penyebab penyakit-penyakit yang beliau derita sebelum meninggal adalah racun tersebut.

Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Yusuf ‘Alaihissalām di langit ketiga. Oleh sebab itu, keadaan lain Rasulullah SAW pun mirip dengannya. Setelah saudara-saudara Nabi Yusuf AS mengeluarkan dirinya dari tengah-tengah mereka, lalu melemparkannya ke dalam sumur, Nabi Yusuf ‘Alaihissalām mengalahkan mereka dan memaafkan mereka ketika datang ke Mesir dengan berkata, “Hari ini tidak ada cacian dan cercaan atas kalian.”

Demikian pula, pada Perang Badar, Rasulullah SAW telah menawan kebanyakan kerabat-kerabatnya yang mengeluarkan dirinya dari Makkah Al-Mukarramah, selanjutnya beliau langsung membebaskan sebagian mereka dan sebagian lainnya dengan syarat membayar fidiah.

Sementara itu, pada Penaklukan Makkah, Rasulullah SAW telah mengalahkan mereka semuanya dan mengumpulkan mereka di satu tempat, lalu berkata, “Aku akan mengatakan kepada kalian apa yang dikatakan saudaraku, Yusuf, kepada saudara-saudaranya, hari ini tidak ada cacian dan cercaan atas kalian.”

Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Idris ‘Alaihissalām di langit keempat. Nabi Idris ‘Alaihissalām adalah orang pertama yang menulis dengan pena. Rasulullah SAW pun mengirimkan surat-surat kepada beberapa penguasa agar mereka taat kepadanya.”

Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Harun ‘Alaihissalām di langit kelima. Nabi Harun ‘Alaihissalām adalah seorang nabi yang sangat dicintai kaumnya. Kaum Rasulullah SAW sangat mencintai Rasulullah SAW melebihi siapa pun (meski sebelumnya mereka membenci beliau).

Di langit keenam, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Musa ‘Alaihissalām. Nabi Musa ‘Alaihissalām diperintahkan untuk menyerang wilayah Syam dan mengeluarkan musuh-musuhnya yang kafir dan kejam dari sana. Pada akhirnya, Nabi Musa AS berhasil mengalahkan mereka dan memastikan masuknya Bani Israil ke Syam.

Rasulullah SAW pun berhasil mengalahkan penguasa Dumatul Jandal yang berada di sebuah tempat bernama Tabuk di wilayah Syam. Setelah berhasil menawannya, beliau mewajibkannya membayar pajak. Selanjutnya, Makkah Al-Mukarramah ditaklukkan dan para sahabat yang dikeluarkan dari sana bisa masuk kembali ke sana.

Di langit ketujuh, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalām. Sebagaimana Nabi Ibrahim ‘Alaihissalām membangun Ka’bah Al-Muazzamah dan mengundang orang-orang ke sana untuk melaksanakan ibadah haji, Rasulullah SAW pun telah melaksanakan ibadah haji di Baitul Haram bersama ribuan umat muslim.

Nama-nama: Laki-laki: Nu’man, Perempuan: Saudah.

Sumber artikel : Fazilet takvimi

Artikel terkait : Ibadah Pada malam isra Miraj dan Siangnya

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar