Maret 25, 2022

Tentang Waktu Sholat dan Imsak



Hikmahdanhikmah.com - Waktu shalat pada kalender ini dibuat berdasarkan kaidah fikih mazhab Syafi’i dengan memperhitungkan unsur-unsur Astronomis, Klimatologis, dan Geologis, seperti garis Lintang, garis Bujur, zona waktu, ketinggian, dan luas daerah.

Selain “poin-poin Geometris”, “poin-poin yang terlihat” yang sesuai dengan kaidah ilmu fikih juga harus diperhatikan agar waktu shalat pada suatu tempat dapat dihitung dengan tepat. Misalnya, yang harus dijadikan dasar untuk menentukan terbit dan terbenamnya matahari adalah terbit dan terbenamnya matahari yang kita lihat setiap hari, bukan ‘geometris terbit dan terbenamnya matahari’. Waktu yang ditentukan hanya dengan menerapkan poin-poin Geometris tidak akan sesuai dengan kenyataan karena terdapat unsur-unsur yang menyebabkan waktu tersebut menyimpang.

Oleh sebab itu, para ulama menerapkan beberapa poin penting untuk menentukan waktu-waktu shalat yang sebenarnya. Perbaikan-perbaikan yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang sebenarnya dinamakan “tamkin”. Tamkin ini bukanlah suatu perbaikan yang dilakukan untuk kehati-hatian, melainkan suatu perbaikan yang harus dilakukan berdasarkan ilmu fikih. Setelah perbaikan-perbaikan tersebut dilakukan, hasil yang muncul akan sesuai dengan ketentuan-ketentuan ilmu fikih. Oleh karena itu, menggunakan waktu shalat yang tidak memakai tamkin harus dihindari.

Anas bin Malik RA meriwayatkan sebagai berikut, “Zaid bin Tsabit RA berkata, ‘Kami pernah sahur bersama Rasulullah SAW. Setelah itu, beliau berdiri untuk shalat.’ Aku pun bertanya kepada Zaid RA, ‘Berapa lama waktu berlalu di antara sahur (imsak) dan azan (subuh) pada saat itu?’ Zaid RA menjawab, ‘Lama waktunya sebanding dengan lama waktu membaca lima puluh ayat Al-Quran’.” (Disebutkan dalam Terjemahan Tajridus Sharih Mukhtasar Sahih Bukhari bahwa membaca 50 ayat memakan waktu sekitar 18 menit.) Dari peristiwa ini, dapat dipahami pentingnya menggunakan waktu tamkin.

Kalender Fazilet hingga kini terus menggunakan waktu tamkin tersebut. Oleh sebab itu, waktu yang ada pada kalender ini sebaiknya diperhatikan, di antaranya dengan cara;

• Memperhatikan waktu-waktu shalat yang terdapat pada kalender,

• Tidak menunda-nunda waktu shalat hingga akhir waktu,

• Memperhatikan waktu-waktu pada kalender ini ketika memulai puasa dan berbuka,

• Melaksanakan shalat Subuh sesuai dengan waktu yang tertera pada kalender.

Sumber artikel:Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar