April 16, 2022

Mengenal Muawiyah bin Abu Sufyan RA masuk agama Islam sebelum penaklukan Makkah Al-Mukarramah


Hikmahdanhikmah.com - Muawiyah RA lahir di kota Makkah Al-Mukarramah (602 M). Ayahnya adalah Abu Sufyan Shakhr, dan ibunya adalah Hindun binti Utbah bin Rabiah. Karena saudara perempuannya, Ummu Habibah R.’Anha, merupakan salah seorang istri mulia Rasulullah SAW, Muawiyah RA pun memperoleh kemuliaan dengan menjadi saudara ipar Rasulullah SAW.

Muawiyah bin Abu Sufyan RA masuk agama Islam sebelum penaklukan Makkah Al-Mukarramah, dan dia merahasiakan keislamannya dari ayahnya. Bahkan, beliau berkata, “Ketika Rasulullah SAW tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah qadha, aku sudah membenarkan Rasulullah SAW.” Selanjutnya, ketika ayahnya memeluk agama Islam pada saat penaklukan kota Makkah, beliau mengumumkan keislamannya.

Muawiyah RA adalah salah seorang juru tulis wahyu Rasulullah SAW. Ada banyak hadis syarif yang telah diriwayatkan darinya.

Muawiyah RA telah memperoleh doa-doa Rasulullah SAW berikut, “Ya Allah, berikanlah dia petunjuk ke jalan yang benar, jauhkanlah ia dari yang salah dan buruk, ampunilah ia di dunia dan akhirat” dan “Ya Allah, ajarilah Muawiyah menulis dan menghitung. Lindungilah dia dari azab dan masukkanlah ia ke dalam surga-Mu.”

Pada masa kekhalifahannya, Sayidina Umar RA telah mengangkat Muawiyah RA sebagai Gubernur Syam. Muawiyah RA terus mengemban tugas ini hingga menjadi khalifah. Penaklukan banyak tempat, seperti Pulau Siprus dan lain-lain, terwujud pada masa kekhalifahannya.

Muawiyah RA adalah orang yang sangat lembut, berwibawa, dermawan, adil, memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat tinggi di antara orang-orang, dan sangat cerdas. Ketika menjabat sebagai Gubernur Syam, suatu ketika beliau mendapat berita tentang invasi yang akan dilakukan oleh Kekaisaran Bizantium ke kota Syam. Kemudian, beliau mengirim surat ancaman kepada Kaisar Bizantium sebagai berikut, “Jika kalian memulai invasi ke Syam, aku akan menyerang kalian bersama pasukan Khalifah dan aku akan menjadi komandan mereka.

Atas izin Allah SWT, aku akan menghancurkan Konstantinopel yang berkabut dan berasap, yang merupakan ibu kota kalian, dan membumihanguskannya. Sebagaimana wortel dicabut dari tanah, aku akan menarik dan mengeluarkanmu dari kerajaanmu dan menjadikanmu penggembala khinzir.”

Pada masa kekhalifahan Muawiyah RA, Konstantinopel pertama kali dikepung oleh pasukan Islam (tahun 49 H). Rasulullah SAW bersabda, “Tentara-tentara pertama yang berperang menghadapi Kostantinopel akan mendapatkan ampunan.” Radhiyallāhu ‘anhu.

Sumber artikel: Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar