Mei 22, 2022

Membalas Salam dengan yang Lebih Baik



Hikmahdanhikmah.com - Memberi salam hukumnya sunah, sedangkan menjawabnya adalah fardu. Dikatakan dalam surat An-Nisa’ ayat 86, “Ketika disampaikan sebuah ucapan salam kepada kalian, segeralah kalian menjawab salam tersebut dengan yang lebih baik atau balaslah salam tersebut dengan yang sepadan.”

Dalam ayat karimah ini, diberitahukan perlunya membalas salam dengan salam yang lebih baik atau dengan yang sepadan. Ketika orang yang memberi salam hanya mengucapkan ‘Assalāmu ‘alaikum’, menjawab salam dengan yang lebih baik adalah dengan menambahkan kata ‘Warahmatullāhi’ setelah mengucapkan ‘wa’alaikum salam’. Apabila orang yang memberi salam juga mengucapkan kalimat tersebut, orang yang menjawab salam menambahkan kalimat ‘Wabarakātuh.’ Pemberian salam seperti ini berarti mengharapkan datang dan berlanjutnya manfaat-manfaat salam (seperti mendapatkan pahala dan menjadi sebab munculnya kasih sayang di antara orang-orang).

Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan memberi salam dengan berkata, ‘Assalāmu ‘alaikum.’ Rasulullah SAW berkata, ‘Wa’alaikum salām wa rahmatullāhi.’ Orang berikutnya memberi salam dengan berkata, ‘Assalāmu ‘alaikum wa rahmatullāhi.’ Rasulullah SAW berkata kepadanya, ‘Wa’alaikum salām wa rahmatullāhi wa barakātuh.’ Lalu, orang lain datang dan memberi salam dengan berkata, ‘Assalāmu ‘alaikum wa rahmatullāhi wa barakātuh.’ Lalu, Rasulullah SAW menjawab salam orang tersebut dengan ucapan ‘Wa ‘alaikum’ (sama seperti yang Anda katakan, yakni semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah SWT tercurahkan atasmu).

Orang tersebut bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa Anda membalas salam saya dengan balasan yang berbeda dari yang sebelumnya.” Rasulullah SAW pun berkata, “Kau tidak menyisakan kata lain yang bisa kami ucapkan. Maka, aku pun menjawab salammu dengan salam yang sama.”

Tidak ada masalah dalam menerima salam dari non muslim, tetapi semestinya mencukupkan jawaban salam untuk mereka dengan mengatakan, ‘Wa’alaikum.’ Sebab, dikatakan dalam sebuah hadis, “Ketika ahli kitab mengucapkan salam kepada kalian, ucapkanlah ‘Wa’alaikum.’”

Baca juga : Orang Mukmin Bagaikan Lembah Madu

Seorang muslim harus menghindari perbuatan menyerupai orang-orang non muslim dalam bersalaman dan hal-hal lainnya. Dikatakan bahwasanya orang-orang Kristen bersalaman dengan menaruh tangannya ke mulut, orang-orang Yahudi bersalaman dengan melakukan isyarat dengan jari, dan orang-orang Majusi bersalaman sambil menunduk. Seorang muslim harus menghindari hal-hal tersebut. Sebab, dikatakan dalam sebuah hadis syarif, “Orang yang mencoba menyerupai orang selain kita bukanlah dari kita.”

Sumber artikel; Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar