Mei 17, 2022

Menggunakan Akal dan Pikiran untuk tidak Tertipu dengan keindahan dunia


Hikmahdanhikmah.com - Imam Rabbani KS berkata sebagai berikut, “Kelangsungan dunia itu sangat singkat. Sementara itu, azab akhirat sangatlah pedih dan kekal. Oleh sebab itu, sesuatu yang harus kalian lakukan adalah menggunakan akal dan pikiran kalian serta tidak tertipu dengan keindahan dunia yang tidak memiliki kebaikan. Seandainya kemuliaan dan keunggulan adalah karena dunia, orang-orang kafir yang memiliki kekayaan berlimpah di dunia seharusnya lebih mulia dan lebih unggul dari siapapun.

Tertipu dengan keindahan dunia adalah sebuah kebodohan. Hal yang semestinya dilakukan orang yang berakal adalah melihat kesempatan pada hari-hari yang sedikit ini sebagai ganimah, serta berusaha meraih segala sesuatu yang diridhai Allah SWT dan berbuat baik kepada makhluk-makhluk-Nya dalam kesempatan yang sedikit ini. Sebab, mengagungkan perintah Allah SWT dan berbuat baik terhadap makhluk Allah SWT adalah dua hal utama untuk selamat dari azab akhirat.” (Maktubat Imam Rabbani, Jilid 1, maktub ke-98)

“… Ingatlah selalu kematian dan senantiasa beralih sepenuhnya pada hal-hal yang diridhai Allah SWT. Janganlah kalian menganggap kehidupan dunia selain sebagai sesuatu yang menipu. Seandainya nikmat-nikmat dunia memiliki nilai seperti sehelai rambut saja (di sisi Allah SWT), orang-orang kafir tidak akan memperoleh manfaat darinya dan satu pun dari nikmat dunia tidak akan diberikan kepada orang-orang yang buruk.” (Maktubat, Jilid 1, m. 89)

Apabila dunia berharga (di mata seseorang), berarti akhirat tidak berharga baginya. Seandainya dunia tidak berharga, berarti akhirat berharga. Menyatukan dua hal ini sama dengan menyatukan dua hal yang berlawanan (yakni sesuatu yang tidak mungkin terjadi). (Maktubat, Jilid 1, m. 33)

Ketika perintah-perintah agama bisa dilakukan (menjadi mudah untuk nafsu), keselamatan dari bahaya-bahaya dunia menjadi memungkinkan, dan pada saat itulah dunia menyatu dengan akhirat. (Maktubat, Jilid 1, m. 72)

Sebagai nasihat terakhir, seorang mukmin harus mengikuti Rasulullah SAW yang merupakan pemilik syariat. Tanpa hal ini, keselamatan adalah hal yang mustahil. Seorang mukmin semestinya tidak memuji keindahan-keindahan dunia dan tidak peduli dengan ada atau tidaknya dunia. Sebab, Allah SWT telah membenci dunia. Di sisi-Nya, dunia sama sekali tidak bernilai. Oleh sebab ini, ketiadaan dunia di sisi hamba Allah semestinya menjadi lebih baik daripada keberadaannya. Ketidaksetiaan dan cepat menghilangnya dunia adalah sesuatu yang masyhur, bahkan terlihat setiap saat. Ambillah pelajaran dari ahli dunia yang telah datang dan pergi sebelumnya.

Semoga Allah SWT memberikan keberhasilan kepada kami dan kalian semua dalam mengikuti Rasulullah SAW.” (Maktubat, Jilid 1, m. 74)

Sumber artikel:Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar