Mei 24, 2022

Syekh Saifuddin Arif KS mata rantai ke-25 putra dari Syekh Muhammad Maksum KS



Hikmahdanhikmah.com - Syekh Saifuddin Arif KS yang merupakan mata rantai ke-25 dari silsilah sādāt adalah putra dari Syekh Muhammad Maksum KS. Lakabnya adalah Al-Faruqi karena beliau merupakan keturunan Sayidina Umar RA. Beliau lahir di kota Sirhind pada tahun 1055 H (1645 M).

Ketika mencapai usia menuntut ilmu, pertama-tama Syekh Saifuddin Arif KS menghafal Al-Quranul Karim. Setelah itu, beliau belajar ilmu-ilmu akli dan naqli kepada pamannya, Muhammad Said KS. Setelah mempelajari ilmu-ilmu ini, beliau mempelajari tarikat Naqsyabandiyah dari ayahnya, Muhammad Maksum KS, dan mencapai tingkatan maknawiyah yang tinggi.

Setelah Syekh Muhammad Saifuddin Arif KS menyelesaikan dan menyempurnakan pendidikannya, ayahnya memerintahkannya untuk pergi ke Delhi. Tugas beliau adalah menghapus ajaran-ajaran bid’ah, menghidupkan sunah-sunah, dan menyebarkan cahaya tarikat aliyah Naqsyabandiyah di Delhi, yang pada saat itu sunah-sunah telah terlupakan dan bid’ah-bid’ah telah tersebarluas.

Pada saat yang sama, beliau juga menarbiah sultan Mughal masa itu, Muhammad Awrengzib Alamgir Han, secara maknawi. (Kesultanan Mughal adalah Negara Islam Turki yang memerintah di India pada tahun 1526-1858.) Syekh Saifuddin Arif KS meminta penghapusan bid’ah-bid’ah yang ditemuinya saat memasuki kota Delhi, khususnya sebuah patung terkenal, yang berupa dua gajah beringas yang di atasnya terdapat dua orang kuat yang berusaha mengendalikan gajah-gajah tersebut, yang berada di pintu masuk kota. Beliau tidak memasuki kota sebelum patung-patung itu dihancurkan.

Baca juga : Segala sesuatu yang Muncul Sebagai Bid-ah adalah kesesatan.

Dalam pembicaraan pertama dengan sultan, Syekh Saifuddin KS berhasil menghapus banyak bid’ah melalui perintah sultan. Setiap mendengar sebuah bid’ah, beliau tidak menoleransinya meski hanya sesaat dan segera menghapusnya. Allah SWT telah memberikan kemudahan kepada sultan dalam menghilangkan kezaliman dan permusuhan yang ada di wilayah tersebut dengan berkah ceramah Syekh Saifuddin KS. Sultan beserta anak-anaknya pun menjadi murid Syekh Saifuddin KS dengan keinginan mereka sendiri.

Agama Islam di India menjadi begitu kuat, bahkan India belum pernah melihat era seperti itu sebelumnya. Para ahli bid’ah menjadi hina dan tercela serta tidak diterima di mana pun. Muhammad Maksum KS memberi gelar “Muhyis-Sunnah” (yang menghidupkan sunah) kepada putranya itu karena telah menghancurkan bid’ah-bid’ah dan menghidupkan sunah-sunah.

Syekh Saifuddin KS, yang menjalani hidupnya dengan menghidupkan sunah Rasulullah SAW dan menumpas berbagai macam bidah, wafat pada tahun 1095 H (1685 M). (Silsilatudz Dzahab, Penerbit Fazilet)

Sumber artikel; Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar