Mei 27, 2022

Tentang Imam Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani RH



Hikmahdanhikmah.com - Salah seorang murid Imam A’zham RH sekaligus salah seorang mujtahid mazhab Hanafi yang paling terkemuka adalah Imam Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani RH. Ketika Imam Muhammad bin Hasan RH datang ke hadapan Imam A’zham RH untuk belajar ilmu fikih, pertama kali Imam A’zham RH bertanya kepadanya, “Apakah kamu hafal Al-Quran, apakah kamu seorang hafiz?” Tatkala beliau berkata, “Tidak, tuan”, Imam A’zham RH berkata, “Jika demikian, pergilah dan hafalkanlah Al-Quranul Karim terlebih dahulu, setelah itu datanglah kembali.”

Setelah tujuh hari, Imam Muhammad RH datang kembali dalam keadaan telah menghafal Al-Quranul Karim seluruhnya. Ketika melihat Imam Muhammad di hadapannya kembali dalam waktu yang singkat, Imam A’zham RH berkata, “Bukankah aku telah berkata kepadamu, hafalkanlah Al-Quranul Karim lalu datanglah kembali.” Imam Muhammad RH pun berkata, “Aku telah menghafalnya, tuan.” Selanjutnya, atas izin Imam A’zham RH, beliau duduk di halakah ilmu.

Imam Muhammad RH berkata, “Ketika ayahku wafat, aku mendapat warisan sejumlah tiga puluh ribu dirham. Dari tiga puluh ribu dirham ini, aku telah menghabiskan lima belas ribu dirhamnya ketika belajar ilmu nahwu dan balagah, dan lima belas ribu dirham sisanya ketika aku belajar ilmu hadis dan ilmu fikih.”

Salah seorang murid Imam Muhammad RH, yaitu Abu Ubaid RH berkata, “Suatu hari aku menemui Imam Muhammad RH. Imam Syafi’i RH pun berada di sisinya. Imam Syafi’i RH menanyakan sesuatu lalu menulis jawabannya ke sebuah kertas karena beliau senang dengan jawaban yang diperolehnya. Ketika Imam Muhammad melihat semangat besar Imam Syafi’i RH dalam mempelajari ilmu, beliau mengeluarkan seratus dirham dan menghadiahkannya kepadanya dan beliau berkata, “Jika kau ingin belajar, ikutilah terus pelajaran-pelajaran kami.”


Imam Syafii RH mulai mengikuti halakah ilmu Imam Muhammad RH pada usia empat belas tahun dan belajar dari Imam Muhammad RH selama sepuluh tahun. Imam Syafii RH berkata, “Aku telah menulis buku sebanyak satu muatan unta dari (ilmu yang kudapatkan dari) Imam Muhammad RH. Seandainya beliau tidak ada, aku tidak akan pernah mendapat ilmu apa pun. Dalam ilmu fikih, semua orang adalah keluarga (anak-anak atau murid) orang-orang Irak, orang-orang Irak pun keluarganya orang-orang Kufah, orang-orang Kufah pun seperti keluarganya Imam A’zham RH.”

Sumber artikel:Fazilet takvimi

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar