Juni 12, 2022

Salah seorang Sahabat Wanita,Asma binti Umais r,anha



Hikmahdanhikmah.com - Asma binti Umais R.’Anhā adalah salah seorang sahabat perempuan yang pertama memeluk agama Islam. Beliau adalah saudara perempuan Maimunah R.’Anhā yang merupakan salah seorang istri mulia Rasulullah SAW.

Asma binti Umais R.’Anhā hijrah ke Habasyah bersama Ja’far Thayyar RA yang merupakan suami pertamanya. Di sana, beliau melahirkan anak-anaknya yang bernama Abdullah, Aun, dan Muhammad.

Pada saat Penaklukan Khaibar, mereka datang ke Madinah Al-Munawwarah. Kemudian, Ja’far RA mati syahid pada Perang Mu’tah tahun 8 Hijriah. Kemudian, Asma binti Umais R.’Anhā menikah dengan Abu Bakar RA, dan putranya yang bernama Muhammad lahir darinya pada saat peristiwa Haji Wada’.

Ada banyak orang dari kalangan sahabat dan tabiin, seperti Sayidina Umar, Ibnu Abbas, anaknya yang bernama Abdullah bin Ja’far, dan Qasim bin Muhammad R.’Anhum, telah meriwayatkan hadis syarif dari Asma R.’Anhā.

Asma R.’Anhā adalah muslimah pertama dalam Islam yang menyarankan agar orang yang meninggal dibawa dengan keranda. Untuk pertama kalinya, beliau membuat keranda dari dahan kurma untuk Sayidah Fatimah R.’Anhā.

Ketika Asma binti Umais R.’Anhā kembali dari Habasyah, Sayidina Umar RA berkata kepadanya, “Kami telah mengungguli kalian dalam berhijrah. Oleh sebab itu, kami lebih layak untuk Rasulullah SAW daripada kalian.” Asma R.’Anhā pun berkata sebagai berikut,

“Iya, memang demikian. Akan tetapi, demi Allah kalian telah bersama Rasulullah SAW. Beliau akan mengenyangkan orang-orang yang lapar di antara kalian, menasihati orang-orang yang tidak tahu di antara kalian, mengajarkan agama, dan memberi tahu kalian akhlak yang paling mulia. Sementara itu, kami berada di tempat yang jauh, kami berada di Habasyah. Aku bersumpah kepada Allah, kami tidak bisa makan dan tidak bisa minum. Kami cemas dan ketakutan.

(Kesulitan dan rasa sakit yang kami tanggung) Ini adalah untuk memperoleh ridha Allah dan Rasul-Nya.Aku akan menyampaikan perkataan-perkataanmu ini kepada Rasulullah SAW.” Lalu, beliau pergi dan menjelaskan semua yang terjadi kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW pun bersabda, “Ada satu hijrah untuk Umar dan teman-temannya. Sementara itu, untuk kalian (wahai penumpang kapal) ada dua hijrah. Hijrah yang pertama adalah hijrah ke Habasyah, dan satunya lagi adalah hijrah kepadaku.” Asma binti Umais R.Anha menjelaskan sebagai berikut,

“Aku menyaksikan kedatangan para penumpang kapal yang mendengar perkataan Rasulullah SAW ini secara berbondong-bondong, lalu menanyakan hadis syarif ini kepadaku. Di dunia, tidak ada hal yang lebih mereka sukai dan membuat mereka senang daripada hal ini.”

Asma binti Umais R.’Anhā menjelaskan sebagai berikut.

Pada hari ketika Ja’far Thayyar dan teman-temannya mati syahid di Perang Mu’tah, Rasulullah SAW mendatangiku.

Aku telah menguleni adonanku, membasuh wajah anak-anakku dan meminyaki mereka. Rasulullah SAW menghampiriku dan bertanya, “Wahai Asma, di mana anak-anak Ja’far?” Lalu, aku membawa anak-anak ke hadapan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW memeluk dan menciumi mereka. Kemudian, kedua mata beliau mulai basah, dan beliau mulai menangis.

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, aku mengira bahwa telah datang sebuah berita tentang Ja’far kepada Anda.”

Rasulullah SAW berkata, “Iya, hari ini dia telah mati syahid.” Aku pun berdiri dan mulai menangis. Atas hal itu, para wanita berkumpul di sekelilingku.

Rasulullah SAW berkata kepadaku, “Wahai Asma, janganlah kau mengucapkan sesuatu yang buruk dan janganlah kau pukuli dirimu.” Selanjutnya, Rasulullah SAW keluar dan pergi menemui Fatimah R.’Anhā. Fatimah R.’Anhā berkata, “Aduh pamanku...” Rasulullah SAW pun berkata, “Biarkan orang-orang yang menangis menangisi orang seperti Jafar.” Kemudian, Rasulullah SAW berkata, “Siapkanlah makanan untuk keluarga Ja’far. Sebab, hari ini mereka tidak bisa mengurus diri mereka sendiri.”

Pada hari ketika Rasulullah SAW menikahkan putrinya, Sayidah Fatimah R.’Anhā, dengan Sayidina Ali KW, beliau masuk ke ruangan Sayidah Fatimah. Perempuan-perempuan yang berada di sana segera pergi. Ada sebuah tirai di antara Rasulullah SAW dengan mereka. Di samping Sayidah Fatimah R.’Anhā hanya ada Asma binti Umais R.’Anhā. Rasulullah SAW bertanya tentang siapa dirinya (mengapa berada di sana.)


Dia pun berkata, “Aku sedang menjaga putri Anda. Sebab, bagi wanita, semestinya ada seorang wanita yang tetap berada dekat dengannya selama pernikahan agar ia bisa meminta bantuan ketika membutuhkan sesuatu sehingga dia dapat memenuhi keinginannya segera.” Atas hal ini, Rasulullah SAW mendoakannya seperti ini, “Aku pun meminta kepada Rabb-ku agar Dia melindungimu dari setan yang terkutuk, baik dari depan, belakang, sisi kanan, maupun dari sisi kirimu.” (Sumber artikel Fazilet takvimi.)



Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar