Juli 05, 2022

Berikut adalah Hukum Akikah dalam mazhab Syafi-i



Hikmahdanhikmah.com - Akikah adalah nama bulu-bulu atau rambut yang ada di kepala bayi yang baru lahir. Hewan kurban yang disembelih sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak dinamakan kurban akikah.

Hukum akikah dalam mazhab Syafi’i adalah sunah muakad. Pemotongan kurban akikah bisa dilaksanakan sejak hari ketika bayi dilahirkan. Akan tetapi, akan lebih utama jika dipotong pada hari ketujuh setelah bayi dilahirkan.

Terhitung cukup apabila hewan untuk akikah sesuai dengan kriteria hewan kurban. Akikah untuk anak laki-laki adalah dua ekor kambing atau domba, sedangkan untuk anak perempuan adalah satu ekor kambing atau domba. Ketika akan menyembelih hewan akikah, ayah atau ibu dari anak yang akan diakikahkan dianjurkan untuk membaca doa, “Ya Rabbi, ini adalah akikah untuk anakku. Semoga akikah ini bisa menjadi penebus dirinya dari api neraka.”

Orang yang belum sempat diakikahkan pada waktu yang telah disebutkan di atas diperbolehkan untuk memotong akikah dengan niat untuk diri sendiri. Setelah mengumumkan kenabiannya atas perintah Allah SWT, Rasulullah SAW pun memotong hewan akikah dengan niat untuk diri sendiri dan kedua cucunya ketika mereka baru lahir.

Pemilik hewan akikah (orang yang diakikahkan) boleh memakan daging hewan akikahnya, menjamu orang lain dengan daging tersebut, atau menyumbangkan sebagian atau seluruh daging hewan tersebut.

Baca juga: Banyak-kebaikan yang akan kita peroleh ketika berqurban.

Anak-anak adalah anugerah dari Allah SWT. Adapun akikah merupakan bentuk rasa syukur kita atas anugerah yang telah diamanahkan tersebut.

MEMULAI SEGALA SESUATU DENGAN BASMALAH


Kita harus mengawali semua pekerjaan kita yang baik dengan membaca basmalah. Hal ini merupakan salah satu tanda Islam. Bismillâhirrahmânirrahîm berarti, “Aku memulai pekerjaanku ini dengan menyebut nama Allah SWT yang memberikan nikmat di dunia kepada orang mukmin dan kafir, serta memberikan segala nikmat di akhirat hanya kepada orang mukmin.”

Bacaan bismillah kita merupakan suatu pembeda antara kita dengan orang kafir yang melakukan pekerjaannya sambil menyebut nama berhala dan sembahan mereka. Basmalah adalah wasilah bagi orang yang takut dan berarti bahwa orang yang membacanya menyandarkan diri dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Basmalah dapat mengingatkan orang yang mendengarnya kepada Allah SWT. Basmalah juga merupakan ikrar atas ketuhanan Allah SWT, pengakuan atas nikmat yang telah diberikan, dan permohonan atas pertolongan Allah SWT.

Sumber artikel; Fazilet takvimi 

Baca juga: Penyalur hewan qurban Hari Raya Idul Adha bagi Anda yang berniat Berqurban.

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar