Juli 06, 2022

Bulan Zulhijah yang dilakukan pada 10 hari Pertama



Hikmahdanhikmah.com - Bulan Zulhijah merupakan bulan ke-12 dari bulan-bulan Qamariah dan bulan dilaksanakannya rukun Islam yang ke-5, yaitu ibadah haji. Selain itu, bulan Zulhijah juga merupakan bulan mulia karena orang-orang muslim dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Padang Arafah, jutaan hewan kurban disembelih untuk mengharapkan ridha Allah SWT, dan buku catatan amal manusia selama setahun penuh ditutup.

Sepuluh hari pertama bulan Zulhijah disebut Layālil ‘Asyarah (sepuluh malam mulia). Pada bulan ini hendaknya kita selalu membaca istigfar, shalawat, doa-doa, dan melaksanakan shalat Tasbih untuk menyempurnakan berbagai macam kekurangan dalam ibadah-ibadah yang selama ini kita lakukan.

Orang muslim yang belum mampu melaksanakan ibadah haji disarankan untuk berpuasa pada hari-hari tersebut karena di dalamnya terdapat manfaat dan pahala yang begitu besar. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Zulhijah, lalu pada hari kesepuluh tidak makan apa pun sampai hewan kurban disembelih, dan sebaiknya makanan yang kita makan pertama kali pada hari itu adalah daging hewan kurban tersebut. Jika tidak mampu berpuasa selama sembilan hari, seseorang hendaknya berpuasa pada tanggal 8 dan 9 Zulhijah.

Selain itu, orang yang berniat berkurban dilarang (makruh hukumnya) memotong rambut, kuku, dan lainnya hingga selesai menunaikan ibadah kurbannya.

Kaum muslim, baik laki-laki maupun perempuan, disunahkan untuk mengumandangkan takbir tasyrik setiap selesai shalat fardu, terhitung mulai dari salat Subuh pada hari Arafah tanggal 9 Zulhijah hingga shalat Asar (termasuk setelah shalat Asar) hari ke-4 Iduladha (tanggal 13 Zulhijah).

Mulai hari pertama sampai kesepuluh bulan Zulhijah, yakni hari pertama Iduladha, setelah shalat Subuh, kita dianjurkan membaca,

10 kali shalawat “Allāhumma shalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā muhammadin wa ‘alā āli sayyidinā muhammad”,

10 kali istigfar “Astaghfirullāhal ‘azhīmal karīm alladzī lā ilāha illā huwal hayyul qayyūm wa atūbu ilaīk wanas’aluhut taubata wal maghfirata wal hidāyata lanā innahū huwat tawwāburrahīm”,

10 kalimat tauhid “Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīkalah lahul mulku walahul hamdu yuhyī wa yumītu wa huwa hayyun lā yamūtu biyadihil khaīr wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.” (Kumpulan Doa dan Ibadah, Penerbit Fazilet)

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar