Juli 26, 2022

Shalat adalah tanda Keimanan Mari kita jaga



Hikmahdanhikmah.com - Rukun Islam kedua adalah shalat. Terdapat banyak manfaat dunia dan akhirat dalam melaksanakan ibadah shalat. Sementara itu, bagi orang-orang yang meninggalkan shalat terdapat banyak hukuman yang pedih. Meninggalkan shalat dengan sengaja merupakan dosa besar. Adapun terus melaksanakan shalat adalah tanda keimanan.

Sebagian orang yang lalai dalam ibadah shalatnya berkata, “Allah SWT tidak membutuhkan ibadah shalat yang kita lakukan!”

Iya, Allah SWT, Tuhan semesta alam, tidaklah membutuhkan apa pun. Akan tetapi, hamba-Nya membutuhkan nikmat yang tidak terhitung yang akan diperoleh berkat ibadah shalat. Allah SWT telah mewajibkan shalat agar umat Islam memperoleh manfaat yang tak terhingga.

Seseorang semestinya tidak memandang tarbiah nafsu, taubat, serta mengingat kebesaran dan nikmat-nikmat Allah SWT berkat shalat itu sebagai sesuatu yang terlalu banyak untuk dirinya. Dia tidak boleh berpikir bahwa dirinya tidak perlu berkumpul dengan saudara-saudara seagamanya pada waktu-waktu tertentu untuk menyatukan hati mereka dan saling membantu sesama mereka jika diperlukan.


Orang-orang yang melalaikan shalat seperti ini bagaikan pasien yang tidak mengikuti perkataan dokter yang memerintahkannya untuk menggunakan obat yang bermanfaat, dan berkata kepada doketernya itu, “Apa manfaat yang akan kau dapatkan jika aku menggunakan obat ini? Apakah Anda membutuhkannya?” Dia tidak dapat berpikir bahwa manfaat obat adalah untuk kesembuhan dirinya sendiri.

Orang-orang yang tidak shalat karena malas hendaknya memikirkan baik-baik kesenangan duniawi apa yang mereka kejar siang dan malam. Padahal, itu semua adalah hal-hal yang sementara. Jika manusia ada hari ini, mereka tidak akan ada di hari esok. Pada dasarnya, shalat adalah perintah Allah SWT. Manfaatnya pun ada di dunia dan di akhirat. Bermalas-malasan dan membesar-besarkan menyisihkan waktu yang lebih sedikit, dari yang dihabiskan dengan penuh semangat untuk keinginan dan kesenangan sementara, untuk shalat lima waktu yang akan menghasilkan manfaat besar dan berkelanjutan bukanlah sesuatu yang pantas untuk orang yang bijaksana dan berakal.


Seseorang yang percaya adanya akhirat akan menempatkan kewajiban agamanya di atas segalanya. Seseorang yang meninggalkan shalat harus berpikir dengan baik tentang bagaimana dia akan membuat alasan di hadapan Allah SWT dan bagaimana dia bisa datang ke hadapan Rasulullah SAW, yang berkata, “Kebahagian dan ketenanganku diperoleh dalam shalat,” untuk meminta syafaatnya.

Sumber artikel Fazilet takvimi 

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar