Agustus 13, 2022

Berhati-hati dalam bertindak adalah salah satu Akhlak terpuji



Hikmahdanhikmah.com - Kehati-hatian adalah memikirkan sebab-sebab yang diperlukan untuk mencapai suatu keberhasilan dalam melakukan sesuatu, lalu melakukan persiapan yang diperlukan, juga tidak terburu-buru dalam urusan yang meragukan dan belum diketahui akibatnya. Yang harus dilakukan adalah memulai pekerjaan dengan mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan, kemudian bertawakal.

Keberhasilan tidak mungkin tercapai tanpa kehati-hatian dan tindakan pencegahan. Pencegahan saja tidaklah cukup, tetapi diperlukan juga intibah (kewaspadaan) dan tamkin (bertindak dengan hati-hati dan tenang). Seseorang yang berhasil dalam suatu hal tanpa menggunakan akal sehat untuk membedakan yang benar dan yang salah tidak bisa disebut sebagai orang yang berhati-hati.


Kebalikan dari kehati-hatian adalah kecerobohan dan kelalaian. Orang-orang yang bertindak hati-hati tidak akan pernah merasa menyesal. Namun, terlalu berhati-hati terkadang bisa disebabkan oleh delusi (pikiran yang tidak rasional) yang buruk. Oleh karena itu, seseorang tidak perlu ragu-ragu dan bersikap tidak rasional dalam menjalankan suatu pekerjaan. Ia tidak perlu bertindak lambat untuk perbuatan baik yang waktunya telah tiba. Namun, terburu-buru dalam pekerjaan yang belum tiba waktunya bukanlah tindakan yang tepat karena dapat menyebabkan penyesalan.

Dalam sebuah hadis disebutkan, “Ta’anni (berhati-hati dalam menghadapi permasalahan dan tidak tergesa-gesa) berasal dari Allah SWT Yang Maha Pengasih, sedangkan tergesa-gesa berasal dari setan.” Dalam hadis lainnya dikatakan, “Ta’anni adalah hal baik di dalam setiap urusan, kecuali urusan akhirat.”

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai kehati-hatian. Jika ada banyak mitra dalam pekerjaan dan orang-orang yang mengelola itu, masing-masing dari mereka akan bertindak dengan cara yang berbeda, sehinggia kehati-hatian rusak.

Jika ada orang-orang yang munafik dan dengki di antara orang-orang yang melakukan tindakan tersebut, tindakan kehati-hatian akan rusak karena pekerjaan akan tercampur dengan niat buruk
Suatu tindakan pencegahan yang dilakukan hanya dengan memikirkan sesuatu yang tidak diketahui dan tanpa bertanya kepada ahlinya, yaitu tanpa konsultasi, mungkin tidak akan memberikan hasil yang baik di masa depan karena akan menjadi sesuatu yang jauh dari kepastian, dugaan, dan prediksi.


Singkatnya, kehati-hatian adalah keutamaan yang memisahkan yang baik dari yang buruk, yang benar dari yang salah, serta membantu memanfaatkan waktu dalam kehidupan dengan akal dan kebijaksanaan.

Sumber artikel :Fazilet takvimi 

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar