Agustus 18, 2022

Berjanji untuk membayar utangku



Hikmahdanhikmah.com - Abdullah bin Abu Hamsa RA menceritakan, “Aku pernah membeli sesuatu dari Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam sebelum tugas kenabian diberikan kepada beliau. Aku berutang kepada beliau sebagian dari uang pembayaran transaksi itu.

Lalu, aku pun berjanji untuk membayar utangku di suatu tempat. Namun, aku lupa akan janjiku itu. Kemudian, aku teringat janji itu tiga hari setelahnya.

Ketika mengingatnya, aku langsung pergi ke tempat yang telah aku janjikan. Di sana, Rasulullah SAW melihatku dan berkata, “Wahai pemuda, kau sudah menyulitkanku. Aku sudah menunggumu di sini selama tiga hari.” (Sunan Abu Daud)

Baca juga ; Awal Utang Adalah Kesedihan dan Akhirnya adalah Penyesalan.

STEMPEL


Stempel dibuat dari berbagai jenis logam dan batu, pada stempel biasanya diukir nama, gambar, lambang, bait, peribahasa, dll. Tanda di stempel adalah semacam tanda tangan pemiliknya.

Pada masa Kekhalifahan Turki Utsmani sampai tahun 1908, stempel digunakan sebagai pengganti tanda tangan dalam dokumen-dokumen resmi. Stempel yang paling penting adalah stempel sultan. Setelah penobatan, setidaknya empat stempel dibuat dengan ukiran tughra (semacam tanda tangan dengan huruf arab) sultan. Selain pada sultan, stempel-stempel tersebut juga terdapat pada wazir agung, ketua pengurus istana dan bendahara.

Stempel menjadi sebuah seni dalam Kekhalifahan Turki Utsmani. Seorang pengukir stempel mengambil pelajaran dari ahli kaligrafi terbaik, belajar dari master pengukir setidaknya selama tujuh tahun dan menjadi master setelah beberapa tahun melakukan pekerjaannya. Karya-karya para pengukir sangat berharga untuk dianggap sebagai seni rupa, dan disimpan di museum.

Baca juga : Sekolah-Sekolah Sibyan pada era kesultanan Turki Usmani.

Surat-surat yang dikirim Rasulullah SAW untuk mengajak para raja masuk Islam distempel dengan “Khatam risalah” (stempel kenabian) yang berisi kalimat tauhid. Para khalifah, sampai Sayidina Utsman RA, menggunakan stempel tersebut.

Sumber artikel: Fazilet takvimi 

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar