Agustus 16, 2022

Inilah Sejarah Mimbar Masjid Nabawi


Hikmahdanhikmah.com - Mimbar berasal dari bahasa Arab yang artinya mengangkat dan meninggikan. Mimbar adalah sebuah panggung kecil atau podium tinggi, yang terdapat di masjid-masjid, tempat khatib berdiri di atasnya pada hari Jumat untuk menyampaikan khutbah. Rasulullah SAW biasanya selalu berdiri ketika menyampaikan perintah-perintah Allah SWT kepada para sahabat di Masjid Nabawi. Karena terlalu lama berdiri, beliau menjadi lelah.

Ketika itu, ada sebuah tunggul pohon kurma di masjid. Rasulullah SAW selalu bersandar di tunggul pohon itu ketika menyampaikan perintah dan nasihat-nasihat. Seorang sahabat bertanya kepada beliau, “Bagaimana menurut Anda jika kita membuat sesuatu untuk Anda yang memungkinkan Anda dapat berdiri di atasnya sehingga orang-orang dapat melihat Anda dan mendengar khutbah Anda pada hari Jumat?” Rasulullah SAW menjawab, “Boleh!” Kemudian, Rasulullah SAW memberikan kabar kepada seorang wanita dari kaum Ansar yang budaknya adalah seorang tukang kayu seperti ini,

Baca juga ; Penyampaian Agama oleh Para Nabi.

“Katakan kepada budakmu agar ia membuat sesuatu dari kayu untukku agar aku dapat duduk di atasnya saat berbicara di hadapan masyarakat!” Wanita itu pun menyuruh budaknya membuat sesuatu yang diinginkan oleh beliau kemudian membawakannya. Suatu saat ketika Rasulullah SAW naik ke atas mimbar yang dibuat untuknya itu, suara-suara yang menyerupai erangan mulai terdengar dari tunggul pohon yang sebelumnya beliau gunakan sebagai mimbar, masjid pun menggema dengan suara tunggul itu. Ketika Rasulullah SAW turun dari mimbar dan memeluknya, tunggul pohon itu pun diam. Lalu, Rasulullah SAW berkata

“Seandainya aku tidak memeluknya (tunggul pohon itu), niscaya ia akan mengeluarkan suara seperti itu hingga hari kiamat.”

Mimbar (yang dibuat untuk Nabi SAW) awalnya dibuat dengan tiga anak tangga. Marwan bin Hakam menambahkan enam anak tangga lagi dari bawah atas perintah Muawiyah RA sehingga jumlah anak tangganya menjadi sembilan. Pada masa Kekhalifahan Abbasiyah, ketika mimbar diperbarui, sisir-sisir dibuat dari sisa potongan mimbar lama, kemudian dijadikan sebagai benda peninggalan yang suci.

Baca juga; Agama islam Menjadi Kuat Berkat Umar RA.

Mimbar ini telah diperbarui berkali-kali. Pada tahun 1589 M, Sultan Murad Khan III, salah seorang sultan Turki Utsmani, membuat mimbar dengan dua belas anak tangga yang terbuat dari marmer di Istanbul dan mengirimkannya ke kota Madinah Al-Munawwarah. Mimbar yang masih berada di Masjid Nabawi saat ini merupakan mimbar yang pernah dibuat dan dikirim oleh Sultan Murad Khan III.

Sumber artikel ; Fazilet takvimi 


Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar