Agustus 21, 2022

Meminta Doa dari Orang-orang yang saleh dan alim


Hikmahdanhikmah.com - Ali bin Abu Harrārah menceritakan, “Ibuku sudah terbaring di tempat tidur selama dua puluh tahun. Suatu hari ibuku berkata, ‘Anakku, pergilah kau ke hadapan Imam Ahmad bin Hanbal RH dan mintalah agar beliau mendoakanku!’ Lalu, aku pun pergi.

Sesampainya di sana, aku mengetuk pintu rumah beliau. Imam Ahmad bin Hanbal RH tidak keluar dari ruangannya. Beliau berkata tanpa membuka pintunya, ‘Siapakah itu?’ Aku pun menjawab, ‘Aku datang dari desa sebelah, ibuku sudah lama sakit dan hanya terbaring di tempat tidur. Dia meminta doa dari Anda.’

Kemudian, aku mendengar suara dari dalam, ‘Kami lebih membutuhkan doa daripada kalian.’ Saat akan kembali pulang, seorang wanita tua keluar dari dalam lalu berkata,

‘Apakah kau orang yang tadi berbicara dengan Ahmad bin Hanbal?’

Baca juga ; Keutamaan Doa Anak Yatim yang Pasti Terkabulkan.

‘Iya, benar,’ kataku. ‘Tadi aku mendengar Ahmad bin Hanbal telah mendoakan ibumu,’ kata wanita itu. Kemudian, aku langsung pulang ke rumah dan mengetuk pintu. Tak lama setelah itu, ibuku sudah bisa berdiri, ia berjalan dan membukakan pintu untukku. Dia berkata, ‘Allah SWT telah memberikanku kesehatan dan afiyat.’”

KEUTAMAAN HARI ASYURA


Hari Asyura adalah hari kesepuluh bulan Muharam. Allah SWT akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang berinfak dan beribadah kepada-Nya pada hari itu.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berlaku dermawan kepada keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah SWT akan melapangkan rezekinya selama setahun penuh.” Imam Sufyan Ats-Tsauri RH (w. 161 H) yang merupakan salah seorang ulama besar dari kalangan tabiin berkata, “Kami telah mengamalkan (hadis) ini selama lima puluh tahun dan kami tidak mendapatkan apa pun selain kelapangan rezeki.”

Ketika berhijrah ke Madinah, Rasulullah SAW melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Kemudian, beliau bertanya, “Puasa apakah ini?” Mereka menjawab, “Hari ini adalah hari mulia karena pada hari ini Allah SWT telah membebaskan Bani Israil dari Fir’aun. Nabi Musa AS pun berpuasa pada hari ini (untuk bersyukur kepada Allah SWT, kami juga berpuasa).” Kemudian, Rasulullah SAW berkata kepada mereka, “Kami lebih layak daripada kalian atas (menghidupkan sunah) Nabi Musa AS.” Pada hari itu, Rasulullah SAW berpuasa dan menyuruh para sahabatnya untuk berpuasa juga.

Baca juga ; Buka Bersama Anak Yatim di Pati dengan komunitas Tongkrongan Juana.

Dengan ini, puasa Asyura hukumnya menjadi wajib (ketika itu). Akan tetapi, setelah diwajibkannya puasa Ramadan, puasa Asyura hukumnya menjadi mustahab (sunah).

Sumber artikel: Fazilet takvimi 

Tags :

Yudi hartoyo

Admin Yayasan yatim dan dhuafa

Saya seorang blogger Online sejak 2011 Saat ini Memiliki kesibukan di bisnis online dan offline ,adapun Hikmahdanhikma.com ini adalah Sarana Support untuk website resmi yayasan yakni www.yayasanpijarmulia.com

  • Yudi hartoyo
  • Yayasan Pijar Mulya Pati d/a Desa Sriwedari Dusun Pagak RT 03 RW 03 (belakang masjid Pagak) kec.jaken Jawa tengah 5918
  • temandalamtaqwa@gmail.com
  • +6285 2680 70123

Posting Komentar